Jakarta (ANTARA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat bahwa LinkUMKM, platform pelatihan usaha berbasis digital, telah dimanfaatkan oleh lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM hingga akhir tahun 2025.
Platform ini digunakan sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya di Jakarta, Selasa (27/1), menyampaikan bahwa LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam mengakses informasi pasar, sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Platform dirancang agar pelaku UMKM dapat memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan bisnisnya.
“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas,” kata Akhmad.
Ia berharap, keberadaan platform LinkUMKM dapat membantu UMKM mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan.
Saat ini, LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB sebagai dukungan administrasi dan legalitas usaha.
Pada fitur UMKM Smart, LinkUMKM menghadirkan “self-assessment naik kelas” yang membantu pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis melalui sistem scoring digital.
Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pelaku UMKM akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai dengan kelas usahanya, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, ataupun modern.
Baca juga: BRI sebut risiko iklim ancam kualitas aset dan stabilitas modal bank
Baca juga: BRINS perbarui asuransi otomotif, jangkau kendaraan tua hingga EV
Baca juga: BRI Insurance raih penghargaan atas unit bisnis syariah
Adapun saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hardskill pelaku usaha.
Selain penguatan kapasitas, LinkUMKM juga menyediakan UMKM Media yang menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, serta infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha mikro.
Untuk mendukung perluasan pasar, LinkUMKM turut menghadirkan Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Platform ini juga terhubung dengan jaringan Rumah BUMN sebagai bagian dari ekosistem pendampingan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM.
Di sisi lain, terdapat fitur Komunitas yang disediakan sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pelaku UMKM.
Baca juga: Himbara tekankan integrasi pembiayaan inklusif di paviliun RI WEF
Baca juga: BRI siap setor dividen interim ke negara Rp11 triliun
Baca juga: Danantara siap reformasi BUMN-BUMN besar mulai 2026
Platform ini digunakan sebagai sarana pendampingan usaha secara daring, mulai dari peningkatan kapasitas, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya di Jakarta, Selasa (27/1), menyampaikan bahwa LinkUMKM dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha dalam mengakses informasi pasar, sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.
Platform dirancang agar pelaku UMKM dapat memperoleh pembelajaran yang sesuai dengan tahapan dan kebutuhan bisnisnya.
“LinkUMKM membuka kesempatan bagi setiap pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar usaha hingga peningkatan kapasitas untuk naik kelas,” kata Akhmad.
Ia berharap, keberadaan platform LinkUMKM dapat membantu UMKM mengelola usahanya secara lebih terstruktur dan adaptif terhadap perubahan.
Saat ini, LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang saling terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB sebagai dukungan administrasi dan legalitas usaha.
Pada fitur UMKM Smart, LinkUMKM menghadirkan “self-assessment naik kelas” yang membantu pelaku usaha mengenali kapasitas bisnis melalui sistem scoring digital.
Selain itu, tersedia fitur Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bisnis yang mempertemukan UMKM dengan mentor dan coach profesional.
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, pelaku UMKM akan memperoleh rekomendasi pelatihan sesuai dengan kelas usahanya, mulai dari UMKM tradisional, berkembang, ataupun modern.
Baca juga: BRI sebut risiko iklim ancam kualitas aset dan stabilitas modal bank
Baca juga: BRINS perbarui asuransi otomotif, jangkau kendaraan tua hingga EV
Baca juga: BRI Insurance raih penghargaan atas unit bisnis syariah
Adapun saat ini, tersedia lebih dari 690 modul pembelajaran untuk memperkuat soft skill dan hardskill pelaku usaha.
Selain penguatan kapasitas, LinkUMKM juga menyediakan UMKM Media yang menyajikan berbagai informasi inspiratif, berita terkini, serta infografis edukatif yang relevan dengan kebutuhan pelaku usaha mikro.
Untuk mendukung perluasan pasar, LinkUMKM turut menghadirkan Etalase Digital sebagai sarana promosi produk UMKM agar menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Platform ini juga terhubung dengan jaringan Rumah BUMN sebagai bagian dari ekosistem pendampingan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kapabilitas UMKM.
Di sisi lain, terdapat fitur Komunitas yang disediakan sebagai ruang kolaborasi dan berbagi pengalaman antar pelaku UMKM.
Baca juga: Himbara tekankan integrasi pembiayaan inklusif di paviliun RI WEF
Baca juga: BRI siap setor dividen interim ke negara Rp11 triliun
Baca juga: Danantara siap reformasi BUMN-BUMN besar mulai 2026





