Dadan Hindayana: Program MBG Tetap Berjalan di Daerah Mayoritas Non-Muslim Saat Ramadan

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipukul rata selama bulan suci Ramadan mendatang.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa wilayah-wilayah dengan mayoritas penduduk non-muslim akan tetap menjalankan program sesuai jadwal rutin tanpa ada perubahan skema pendistribusian.

Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas program dan menjamin hak gizi anak-anak di daerah yang tidak menjalankan ibadah puasa tetap terpenuhi secara optimal.

BACA JUGA:Jaksa Diminta Jangan Terjebak Manuver Nadiem Makarim dalam Kasus Chromebook

BACA JUGA:Rencana Pemutihan BPJS Kesehatan Mandek, Cak Imin Ungkap Penyebabnya

Dalam kunjungannya ke kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Selasa 27 Januari 2026, Dadan menjelaskan bahwa pemerintah telah memetakan wilayah secara detail.

Diferensiasi kebijakan ini dianggap krusial agar program tidak terhambat oleh sentralisasi aturan yang kaku.

"Untuk beberapa daerah yang mayoritas tidak menjalankan ibadah puasa, tentunya program MBG akan berjalan normal seperti biasanya," tegas Dadan, Selasa 27 Januari 2026.

Artinya, bagi sekolah-sekolah di wilayah seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga sebagian wilayah Papua dan Sulawesi, para siswa tetap akan mendapatkan sajian makanan hangat di jam sekolah tanpa perlu membawa pulang makanan untuk berbuka.

Di sisi lain, untuk wilayah mayoritas muslim, BGN melakukan adaptasi besar-besaran.

BACA JUGA:BPJS Kesehatan Bakal 'Gedor' Rumah Warga: Target 2030 Seluruh Rakyat Wajib Terdaftar!

BACA JUGA:Waka DPR RI: Status Profesor Hukum Jadi Pertimbangan Adies Kadir Maju ke MK

Dadan secara lugas menyatakan bahwa ia tidak ingin program ini menjadi mubazir hanya karena dipaksakan berjalan seperti hari biasa di tengah suasana puasa.

Skema "bawa pulang" (take-away) akan diberlakukan bagi anak sekolah di wilayah puasa, namun dengan catatan menunya telah diganti menjadi jenis makanan yang lebih awet, seperti telur asin, abon, dan kurma.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan makanan akibat jeda waktu yang lama antara jam pulang sekolah dan waktu berbuka.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PUBG Mobile Catat Guinness World Record di Friend Fest
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Pengakuan Mengejutkan Pedagang Es Gabus Diduga Spons: Ditonjok, Dikurung, dan Dagangan Dihancurkan Anggota TNI-Polri
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Jaga Kredibilitas Fiskal, Purbaya Bakal Bedah dan Evaluasi Anggaran MBG
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Gerindra Kritik Walkot Padang Lamban Atasi Krisis Air Bersih
• 9 jam laludetik.com
thumb
Esok Tanpa Ibu Bikin Ringgo Agus Belajar soal Pentingnya Komunikasi dengan Anak
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.