BANDUNG, KOMPAS- Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 50 kantong jenazah hingga Selasa (27/1/2026) malam di lokasi longsor Desa Pasirlayung, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sementara warga di lokasi pengungsian masih menantikan bantuan uang kontrakan yang dijanjikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bencana tanah longsor dan banjir bandang terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 005 RW 011 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026) pekan lalu pukul 03.00 WIB.
Pada waktu bersamaan Longsor juga terjadi di dua desa kecamatan Lembang, yakni Desa Sukajaya dan Desa Sukadami. Keduanya berada di Bandung Barat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, longsor menimbun 48 rumah di dua kecamatan tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Hendra Rochmawan, Rabu (28/1/2026) pagi, mengatakan, terdapat tambahan 10 kantong jenazah yang diterima tim DVI pada Selasa malam.
Ia memaparkan, jumlah korban yang telah teridentifikasi pun bertambah menjadi 34 orang. Sehari sebelumnya baru 30 korban teridentifikasi.
Keempat korban tambahan berhasil teridentifikasi melalui properti, tanda medis, medis gigi sidik jari dan data odontologi.
"Empat korban yang teridentifikasi pada Selasa malam adalah Awang Sih (70), Wati alias Enok (58), Bayu Nur Cahaya (33) dab Epon (30)," ujarnya.
Ia menambahkan, Tim DVI Polda Jawa Barat memastikan proses identifikasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban dapat teridentifikasi.
"Dengan masih adanya kantong jenazah yang belum selesai diproses, tim DVI dijadwalkan kembali bekerja hingga dini hari," katanya.
Sementara itu, Pranata Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Hadi Rahmat memaparkan, sebanyak 48 rumah rusak berat karena tertimbun longsor di Cisarua dan Lembang. Sebanyak 158 jiwa yang terdampak.
Adapun total korban tewas di Cisarua sebanyak 50 orang. Sementara 30 orang di Cisarua dan 2 orang di Lembang masih dalam proses pencarian.
"Sebanyak 564 warga yang telah mengungsi ke lokasi yang aman. Posko pengungsian di Aula Desa Pasirlangu dan gedung olahraga," tuturnya.
Warga di lokasi pengungsian masih menantikan bantuan uang kontrakan rumah yang dijanjikan Pemprov Jabar. Para warga ini diungsikan karena berada di lokasi zona merah rawan bencana longsor.
Ifah (20), salah seorang warga Desa Pasirlangu yang terdampak bencana, mengaku belum mendapatkan bantuan tersebut maupun pendataan. Padahal, dirinya dan keluarga telah berada di posko pengungsian selama empat hari terakhir.
"Kami belum didata sama sekali untuk mendapatkan bantuan uang untuk mengontrak rumah. Sosialisasi dari pemerintah pun belum," katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan akan merelokasi masyarakat yang terdampak longsor di Kabupaten Bandung Barat. Keputusan itu diambil saat meninjau lokasi longsor, Sabtu lalu.
Untuk sementara, kata Dedi, masyarakat yang selamat dari longsor diminta untuk mengontrak rumah selama dua bulan. Pemprov Jabar memberikan bantuan Rp10 juta per keluarga untuk biaya kontrak rumah dan kehidupan sehari-hari.
"Daerah di sini dihutankan saja. Warga di sini direlokasi karena potensi longsor tinggi," ucap KDM, sapaan akrab Dedi.


/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2024%2F11%2F08%2F718811dc-2a3c-4383-b14f-435860ea448f_jpg.jpg)
