JAKARTA, KOMPAS.TV - Ahli geologi ITB, Imam Achmad, menjelaskan jenis longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), Sabtu (24/1/2026) lalu.
"Kalau saya lihat secara seksama dari peta tersebut memang di daerah Cisarua, terutama di perbukitan-perbukitan yang terjal itu masuk kategori longsoran menengah, ada juga beberapa bagian juga longsoran yang tinggi. Artinya potensi longsor ada," katanya dalam program Kompas Malam KompasTV, Selasa (27/1/2026).
Imam mengatakan pada prinsipnya, daerah yang memiliki topografi miring dengan lereng yang terjal cenderung lebih mudah longsor.
"Seperti yang terjadi di Cisarua, terutama di Desa Pasirlangu ya, kita ketahui bahwa sumber materialnya sebenarnya dari bagian bukit," ungkapnya.
Baca Juga: Hari Ke-4 Pencarian Korban Longsor Cisarua, Pencarian Sempat Dihentikan Akibat Hujan Deras
Imam menyebut sumber material longsor yang mengalir ke Desa Pasirlangu berasal dari bagian atas bukit Burangrang yang memiliki lereng terjal.
Kata dia, material dari atas bukit berupa air, lumpur, bongkahan batu, termasuk pohon, mengalir ke bawah dan menimbulkan dampak besar pada permukiman warga di bawahnya.
"Ini longsoran yang memang masuk dalam kategori atau jenis aliran atau flowing, mengalir. Nah, yang terjadi di Cisarua di Desa Pasirlangu ini memang tipe yang saya sebut sebagai aliran," jelasnya.
Imam menyebut longsor jenis ini mengakibatkan kerusakan besar karena air yang mengalir ke bawah di dalamnya terdapat sedimen yang membawa berbagai material, seperti lumpur, kerikil, sampai bongkahan batu.
Jika ada relokasi warga usai longsor tersebut, Imam berharap sisi-sisi yang dikosongkan dari permukiman digunakan secara terbatas.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- longsor
- longsor bandung barat
- bandung barat
- ahli geologi
- longsor cisarua
- penyebab longsor bandung barat




