New York: Kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) anjlok pada Januari 2026 ke level terendah dalam lebih dari satu dekade. Ini terjadi karena masyarakat AS semakin pesimis tentang ketegangan geopolitik, harga tinggi, dan dampak ekonomi dari kebijakan perdagangan, demikian dilaporkan The Conference Board pada Selasa.
Menurut hasil sementara survei bulanan yang dikeluarkan oleh The Conference Board, Indeks Kepercayaan Konsumen AS turun 9,7 poin dari Desember menjadi 84,5 pada Januari. Hal ini menandai angka terendah sejak Mei 2014 dan melampaui titik terendah yang tercatat selama puncak pandemi covid-19 pada 2020 lalu.
"Kepercayaan konsumen runtuh pada Januari, seiring dengan meningkatnya kekhawatiran konsumen tentang situasi saat ini dan ekspektasi untuk masa depan. Kelima komponen indeks tersebut memburuk," ungkap Kepala Ekonom The Conference Board Dana Peterson, dikutip dari Xinhua, Rabu, 28 Januari 2026,
Laporan tersebut menyoroti Indeks Ekspektasi, yang mengukur prospek jangka pendek konsumen terhadap pendapatan, kondisi bisnis, dan pasar tenaga kerja, turun 9,5 poin menjadi 65,1, jauh di bawah ambang batas 80 yang secara historis menandakan resesi akan segera terjadi. Indeks Situasi Saat Ini juga menurun secara signifikan, turun 9,9 poin menjadi 113,7.
Baca juga: WEF 2026: Eropa Bangun Kedaulatan Ekonomi Baru, Lepas dari Ketergantungan AS
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Imbas kenaikan harga makanan hingga bensin
Menurut survei tersebut, memburuknya suasana hati konsumen disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor. Peterson mencatat tanggapan tertulis konsumen cenderung pesimis, dengan peningkatan penyebutan inflasi, khususnya harga makanan dan bensin. Selain itu, penyebutan tarif, kebijakan perdagangan, politik, dan perang meningkat pada Januari.
Persepsi terhadap pasar tenaga kerja juga menunjukkan tanda-tanda kelemahan. Diferensial pasar tenaga kerja, yang berarti kesenjangan antara mereka yang melihat pekerjaan sebagai 'berlimpah' versus 'sulit didapatkan', terus melemah.
"Ekspektasi terhadap kondisi bisnis dan pasar tenaga kerja enam bulan ke depan semakin merosot ke wilayah negatif," kata laporan tersebut.
Prospek suram berdampak pada rencana pengeluaran. Konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam membeli barang-barang mahal, dengan niat membeli rumah, furnitur, dan peralatan rumah tangga semuanya menurun, demikian dilaporkan. Sementara rencana untuk membeli mobil bekas meningkat, ekspektasi untuk membeli mobil baru menurun.



