NGAMPRAH, KOMPAS-Batu-batu besar disebut masih menggantung di sekitar mahkota longsor Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hal ini membuat proses evakuasi korban yang tertimbun material di bawahnya harus dilakukan ekstra hati-hati. Hujan sangat rawan memicu longsor susulan.
“Masih ada batu besar yang menggantung di mahkota longsor. Bila hujan, bisa saja runtuh,” kata Kepala Misi Pencarian Basarnas di Cisarua Ade Dian Permana, Rabu (28/1/2026).
Setidaknya, ada dua mahkota longsor terpantau di sekitar hutan di kaki Gunung Burangrang. Panjang salah satu lidah longsoran diperkirakan mencapai 200 meter dengan lebar sekitar 140 meter.
Ade mengatakan, sejauh ini kendala pencarian korban tertimbun adalah cuaca. Hujan ringan hingga sedang masih kerap turun pada pagi sampai siang. Hujan membuat pencarian mesti dihentikan sementara.
Menurut Ade, mekanisme penghentian sementara itu penting untuk dilakukan. Alasannya, hujan berpotensi meluruhkan batu besar hingga material tanah yang ada di sekitar mahkota longsor di Gunung Burangrang.
”Setiap turun hujan, kami menghentikan pencarian. Keselamatan tim pencarian menjadi yang paling utama,” katanya.
Terkait pencarian hari kelima pada Rabu, Ade mengatakan, tetap melibatkan SAR gabungan. Mereka akan mencari empat titik yang sudah dipetakan sebelumnya.
“Harapannya semakin banyak yang bisa ditemukan,” kata Ade.
Pada Rabu pagi, total 50 kantong diduga berisi jenazah yang dibawa dari lokasi pencarian. Sebanyak 37 sudah diidentifikasi. Kurang lebih ada 32 orang yang diduga masih tertimbun di lokasi longsor.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Dokumen Kepolisian di Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jabar Ajun Komisaris Besar dokter Ani Rasiani mengatakan, identifikasi korban terus dilakukan. Sebagian sudah teridentifikasi dan lainnya masih dalam proses.
Namun, ia juga berharap agar pemerintah daerah setempat membantu mencegah limbah medis tidak mencemari pemukiman warga. Proses identifikasi jenazah dilakukan di Puskesmas Desa Pasirlangu. Lokasi puskesmas berdekatan dengan pesantren, sekolah, pasar, dan permukiman.
“Harapannya semua proses bisa diselesaikan dengan baik, termasuk pengolahan limbah medisnya, ucapnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5485532/original/063823000_1769510810-IMG_6221.jpeg)
