Zhang Youxia Melewatkan Kesempatan Emas, Zhongnanhai Memasuki Momen Paling Bergolak

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

[Voices of Influence]

Fokus Hari Ini: Mengapa Zhang Youxia Melewatkan Kesempatan Emas? Zhongnanhai Kembali Memasuki Momen Paling Bergolak yang Situasinya Tidak Kalah dengan Insiden Lin Biao pada 13 September 1971. Xi Jinping Menguras Habis Darah Terakhir dari Partai Komunis Tiongkok!

Karena pada hari Sabtu (24 Januari), Zhang Youxia dan Liu Zhenli ditangkap pada hari yang sama. Yang satu adalah Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat, dan yang lainnya adalah Kepala Departemen Staf Gabungan, Komisi Militer Pusat. Keduanya adalah tokoh penting di militer Partai Komunis Tiongkok (PKT). Penangkapan mereka berarti hanya sisa 2 dari 7 orang pejabat tinggi kunci di militer PKT, yakni Xi Jinping sendiri yang menjabat sebagai Ketua Komisi Militer Pusat berpangkat tertinggi, dan Zhang Shengmin, yang dipromosikan menjadi Wakil Ketua Komisi Militer Pusat pada bulan Oktober tahun lalu.

Oleh karena itu, banyak orang percaya bahwa telah terjadi beberapa perubahan besar dalam tubuh PKT. Untuk membahas hal ini, bersama kita saat ini adalah Shi Shan, seorang profesional media dan pembawa acara yang fokus pada perubahan kekuasaan di Tiongkok daratan.

Selain itu, juga bersama saya (Fu Yao) seorang komentator dan analis politik dan ekonomi senior bernama Qin Peng. 

Jadi, mari kita mendengarkan penjelasan dari Shi Shan atas apa yang ia lihat dalam peristiwa ini, serta dampak dan perubahan terbesarnya.

Shi Shan: Cukup jelas. Pertama, Kesimpulan yang kita peroleh yaitu, ini bukan kampanye anti-korupsi, bukan korupsi internal atau soal mutasi dan rotasi biasa. Ini terkait dengan perebutan kekuasaan. Jadi, seperti sebelumnya, termasuk Jenderal He Weidong dan Miao Hua, kejatuhan mereka juga bukan karena upaya pembasmian korupsi. Mereka semua itu berkecimpung dalam sistem PKT dan memahami betul bagaimana sifat dan metode anti-korupsi dan perebutan kekuasaan internal.

Kedua, ini secara langsung membuktikan bahwa hubungan Xi Jinping dengan militer sangat buruk. Setidaknya hubungannya dengan kelompok tokoh militer teknis dan profesional yang diwakili oleh Zhang Youxia dan Liu Zhenli sangat buruk. Orang-orang dulu mengatakan mereka memiliki hubungan yang baik, bahwa mereka seperti keluarga, teman masa kecil—saya katakan, hubungan itu tidak dapat dipertahankan secara politik. 

Fu Yao: Semua orang tahu bahwa Zhang Youxia-lah orang yang membantu Xi Jinping naik tahta pada Kongres Nasional PKT ke-20.

Shi Shan: Tetapi ini tidak berlaku secara politik karena situasi dapat berubah.

Ketika menyangkut perebutan kekuasaan tertinggi, tidak ada hubungan yang dapat diandalkan. Coba tengok di Tiongkok kuno, saudara dan ayah saling membunuh, tidak peduli apakah teman sejak masa kecil atau bukan. Bagi penguasa, ia takut orang lain merebut kedudukannya, membagi kekuasaannya yang menyebabkan dia kehilangan kendali. Sedangkan bagi mereka yang berada di bawahnya, mereka memiliki dua motivasi: 

yang pertama adalah keinginan—untuk menduduki posisi itu.  Kedua, bahkan jika mereka tidak menginginkan posisi itu, timbul rasa takut—takut dicurigai, yang dapat menyebabkan ia berada dalam posisi bahaya, sehingga timbul upaya untuk mencegah. Dan begitu bertindak, kekuasaan tertinggi akan berpikir: “Apa yang sedang kalian coba lakukan?”, pemikiran ini justru menjadi pendorong kekuasaan tertinggi bertindak lebih cepat. Dalam sejarah, sudah ada banyak contoh serupa.

Fu Yao: Apa yang baru saja Anda katakan mengingatkan saya pada pengungkapan Mr. Du Wen, mantan pejabat Mongolia Dalam yang pernah mengatakan bahwa kali ini Zhang Youxia dan Liu Zhenli ingin “mendatangkan gebrakan” untuk melengserkan Xi Jinping, di mana rencana kudeta lebih awal “tercium” oleh Xi Jinping, sehingga ia mengambil tindakan mendahului dengan menangkap keduanya. Apakah kita bisa percaya dengan pernyataan tersebut?

Shi Shan: Kami tidak dapat mengomentari detail spesifiknya, tetapi dari situasi saat ini, tampaknya tidak besar kemungkinan sebuah kudeta hanya dilakukan oleh 1 atau 2 orang jenderal militer. Ini karena militer PKT berbeda dari militer negara lain atau militer kuno. Selain mengenai sistem komando militernya, juga perlu melibatkan sistem pengawasan politik. PKT selalu mengatakan “Partai yang mengendalikan senjata,” dan ini bukan hanya slogan. Struktur organisasinya dirancang sedemikian rupa, misalnya, instruktur politik diangkat hingga ke tingkat kompi.

Oleh karena itu, saya percaya bahwa sengketa kekuasaan antara Zhang Youxia, Liu Zhenli, dan Xi Jinping bukan sekadar masalah militer, melainkan perebutan kekuasaan politik internal. Jika kita ingin menelusurinya, skenario yang paling mungkin terjadi adalah selama Sidang Pleno Ketiga Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok ke-18. Pada saat itu, Xi Jinping sengaja “menjauhkan diri dari sorotan publik” untuk sementara waktu karena alasan kesehatan, dan dibutuhkan mekanisme untuk mengoordinasikan pekerjaan. Zhang Youxia, yang mewakili militer, mengambil kesempatan untuk menyingkirkan semua orang yang tidak disukainya di dalam militer.

Fu Yao: Jadi, menurut Anda apakah rumor sebelumnya tentang aliansi Zhang Youxia dengan para tetua PKT justru mengkonfirmasi keaslian peristiwa ini?

Shi Shan: Ya, saya rasa begitu. Ketika Xi Jinping mencoba untuk mengembalikan kewibawaannya yang telah melorot, ia merasa sangat sulit. Kekuasaan adalah sesuatu yang mudah dilepaskan tetapi sulit direbut kembali. Hal ini akan menyebabkan meningkatnya kecurigaan dan rasa tidak aman di antara mereka, yang pada akhirnya menyebabkan pengambilan tindakan.

Fu Yao: Pertanyaan lainnya adalah, siapa sebenarnya yang menangkap Zhang Youxia? Ada yang mengatakan Wang Xiaohong, bersama dengan Biro Layanan Khusus, Biro Keamanan Pusat, dan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin. Apakah Zhang Shengmin, yang sekarang berkuasa penuh, benar-benar terlibat? Bagaimana pendapat Qin Peng?

Qin Peng: Saya percaya informasi terkini yang menunjukkan bahwa posibilitas dari keterlibatan Biro Layanan Khusus Wang Xiaohong, Biro Keamanan Pusat, dan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin cukup tinggi. Karena kendali Zhang Youxia atas militer berbeda dari orang biasa. Dia telah memupuk pengaruhnya selama lebih dari 50 tahun, dimulai dari dirinya masih menjabat sebagai komandan kompi dalam Perang Vietnam pada tahun 1970-an, juga ayahnya adalah seorang jenderal di militer PKT. Infiltrasi militernya sangat dalam. Selama sepuluh tahun terakhir, ia terlibat langsung dalam promosi, evaluasi, dan komando personel militer.

Dalam keadaan seperti ini, mengirim personel militer untuk menangkapnya akan  menyebabkan informasi mudah tercium. Untuk menjaga kerahasiaan, tentunya pasukan khusus yang lebih diandalkan. Ini agak mirip dengan situasi di era antara Mao Zedong dan Liu Shaoqi. Mr. Shi Shan percaya bahwa selama Sidang Pleno Ketiga, Zhang Youxia dan para tetua PKT cenderung menjadikan Xi Jinping sebagai figuritas, seperti halnya Mao Zedong saat mengundurkan diri usai menggerakkan Lompatan Jauh ke Depan. Namun, Liu Shaoqi dan para “pragmatisnya” pada saat itu melakukan kesalahan fatal: di satu sisi berusaha mempertahankan Partai, di sisi lain mereka secara bersamaan mendewakan Mao Zedong.

Hal yang sama terjadi kembali, di mana sistem masih mengidolakan Xi Jinping. Ini seperti Kaisar Kangxi menangkap Ao Bai, jenderal yang memegang kendali militer dan politik yang sangat besar, namun Kangxi hanya menyuruh beberapa pegulat muda untuk menangkapnya. Kesalahan yang dilakukan Zhang Youxia adalah ia percaya bahwa dengan militer di tangannya, tidak ada pihak lain yang bisa menyentuhnya, tetapi sebenarnya ini adalah ujian masalah keberanian.

 Xi Jinping yang memegang kekuasaan nominal atas Partai, pemerintah, dan militer, dapat menginstruksikan penangkapan. Begitu perintah diturunkan, mereka yang berada di tingkat akar rumput hanya dapat belajar, menyerahkan telepon mereka, dan berjanji setia—tidak seorang pun yang dapat bergerak melawannya. Ini adalah taktik Revolusi Kebudayaan ala Maois.

Fu Yao: Cukup menyedihkan, seorang Zhang Youxia yang sejak masa kecil telah bersahabat dengan Xi Jinping dengan ikatan keluarga yang dekat, menemani Xi Jinping meniti sampai ke puncak karier, saat ini harus disingkirkan. Apakah ini berarti “kartu bebas hukuman” bagi generasi kedua pejabat tinggi sudah tidak berlaku?

Shi Shan: Politik memang seperti ini. Bagaimana Zhang Youxia dan Liu Zhenli digulingkan? Seperti yang dikatakan Qin Peng, itu tidak memerlukan perbandingan kekuatan militer. Kudeta sepanjang sejarah Tiongkok tidak pernah memerlukan perbandingan kekuatan militer, sejarah sudah banyak memberikan contoh.

Tetapi sampai seluruh personel militer diperintahkan untuk mengikuti kajian, hal ini menunjukkan bahwa konflik telah meningkat sampai ke titik ekstremnya. Saya duga, skenario yang paling mungkin adalah: kedua jenderal itu dijebak dalam ruang pertemuan, setelah itu tiba-tiba muncul orang-orang dari koridor dan langsung menangkap mereka. Sebuah kejadian mirip penangkapan lewat Jamuan Makan di Hongmen pada 206 SM di Gerbang Angsa.

Fu Yao: Apa dampaknya terhadap prestise Xi Jinping? Banyak orang membandingkannya dengan Insiden Lin Biao.

Shi Shan: Setelah Insiden Lin Biao, prestise Mao Zedong anjlok, tetapi selama Mao masih hidup, tidak ada yang berani menyentuhnya. Hanya saja prestise Mao jauh melampaui Xi Jinping. Mao pernah memimpin pasukan keluar dari tumpukan mayat. Sekarang, militer diam-diam menertawakan Xi Jinping karena ia tidak pernah masuk militer, tidak pernah memegang senjata sehingga selalu “meleset dari sasaran.”

Sekarang, hampir setiap lapisan masyarakat mengkritik Xi Jinping, tetapi mereka tidak berani melakukannya secara terbuka. Sebelumnya, tidak ada orang yang berani menulis “Turunkan Mao Zedong” di dinding toilet, tetapi sekarang di internet, julukan seperti “Winnie the Pooh” dan “Baozi” muncul di mana-mana.

Qin Peng: Keputusan Xi Jinping menginstruksikan personel militer untuk mengikuti kajian, mempelajari pemikiran Xi justru membuktikan ketakutannya akan kudeta militer, dan menyadari bahwa sebenarnya ia tidak memiliki kendali penuh atas militer.

Fu Yao: Akankah terjadi kudeta militer atau “penyimpangan” di masa depan?

Shi Shan: Kecuali ada kondisi eksternal, seperti perang. Jika saat ini menyerang Taiwan, dan peluru diberikan kepada tentara, dan pesawat membawa rudal bisa saja terbang menuju Beijing alih-alih Taiwan, maka sulit untuk dilukiskan. Jadi Xi malahan lebih ragu untuk menyerang Taiwan. Maka Taiwan saat ini lebih aman.

Qin Peng: Tetapi dia akan terus memprovokasi untuk mengalihkan perhatian. Editorial surat kabar militer mengatakan bahwa kejahatan Zhang Youxia adalah “menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab Ketua Komisi Militer Pusat,” yang lebih serius daripada kasus Miao Hua dan He Weidong. “Menginjak-injak” berarti penghinaan dan serangan.

Fu Yao: Melihat kembali seluruh proses, bagaimana menurut Anda, apakah Zhang Youxia ingin merebut kekuasaan? Atau lebih untuk menyelamatkan diri?

Shi Shan: Saya pikir ia lebih cenderung untuk menyelamatkan dirinya. Pembersihan yang dilakukan Xi Jinping dimulai dari faksi Jiang Zemin dan langsung menuju para sekutunya yang telah ia promosikan, akhirnya mencapai sekutu dekat Zhang Youxia seperti Li Shangfu, dan bahkan melibatkan korupsi di Kementerian Peralatan. Xi Jinping dikenal karena berhati dingin, jarang memberikan bantuan kepada  orang lain, bahkan berkecenderungan untuk mendepak mereka yang telah memenuhi tujuannya.

Zhang Youxia telah mengembangkan kekuasaannya di militer selama bertahun-tahun, menjadi tokoh yang sangat berpengaruh. Xi ingin He Weidong mengendalikan Zhang, tetapi gagal. Xi ingin menggunakan kampanye anti-korupsi untuk melemahkan wibawa Zhang, bahkan mempertimbangkan untuk menyingkirkannya. Pernah untuk suatu waktu Zhang Youxia tampak sangat turun semangatnya, sampai tidak menggunakan seragam atau dasinya saat menghadiri pertemuan. Itu tanda-tanda menjelang ia digeser. Kemudian, ia menggunakan kesehatan Xi yang menurun untuk melancarkan serangan balik, tetapi ia tidak berambisi untuk menggantikan Xi. Ini mungkin mencerminkan kepribadiannya, atau mungkin terkait dengan usianya. (sin/asr)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Momen Rel Patah di Sudimara Hambat KRL Green Line yang Dijajal Menhub Dudy
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Indonesia Disebut Tak Sepenuhnya Republik, Begini Penjelasan Ketua Dewan Pers
• 10 jam lalueranasional.com
thumb
Binadigital Bank INA (BINA) Luncurkan Fitur Investasi Emas Digital
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Kekerasan Banyak Terjadi di Ruang Domestik, PPAPP Soroti Rumah sebagai Lokasi Paling Rawan di Jaksel
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Keluarga SIGAP Buktikan Perubahan Perilaku Terintegrasi Dapat Dicapai Melalui Layanan Kesehatan Primer
• 3 jam lalunarasi.tv
Berhasil disimpan.