Insiden Berulang Menu MBG dari Ulat hingga Peluru Hekter, BGN Bungkam Tak Bertindak

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, PANGKEP- Rentetan persoalan serius kembali mencuat dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan SPPG Tumampua. Meski berulang kali ditemukan pelanggaran, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut belum pernah dijatuhi sanksi oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Padahal dua kasus sebelumnya yang terjadi dari menu MBG di SPPG tersebut adalah temuan ulat dan busuknya buah apel yang dibagikan ke siswa, kini insiden lain kembali terjadi, peluru hekter ditemukan oleh siswa SMP tertancap di sajian tahu goreng dalam ompreng MBG, untung saja belum disantap oleh siswa tersebut.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pangkep, dr. Muhammad Ishak menyebut yang berhak memberi sanksi adalah pihak BGN terhadap SPPG tersebut.

“Sebenarnya untuk sanksi kewenangannya ada di BGN,” pungkasnya, Selasa, 27 Januari.
Ia menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan (Diskes) sejak mengatahui adanya insiden itu langsung turun meninjau dan memeriksa, namun pihaknya mengaku terbatas pada kebijakan hanya untuk inspeksi, edukasi dan pengawasan terhadap SPPG.

“Yang selanjutnya memberi rekomendasi untuk SPPG dan ini juga kami sudah lakukan, kemarin kami koordinasi langsung ke pejabat BGN untuk tindaklanjutnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SPPG Tumampua, Mar’atul Islam mengaku pihaknya juga mencari tahu asal peluru hekter yang ditemukan disajian menu MBGnya itu.
“Tadi saya juga sudah konfirimasi mau lihat peluru hekter itu, tetapi anak yang mendapati itu sudah tidak ada di sekolah,” pungkasnya.

Terpisah, Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Pangkep, Amrin tidak pernah merespon saat dihubungi untuk konfirmasi terkait persoalan berulang dari menu yang disajikan SPPG Tumampua. Amrin diketahui tak pernah merespons dan data yang dihimpun FAJAR sejak tiga kali adanya insiden SPPG ini terus beroperasi tanpa ada sanksi dari BGN. (fit)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tuding Penjual Es Berbahan Spons, Oknum Polisi Kemayoran Diperiksa Propam
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Menteri PU prioritaskan akses air bersih daerah bencana jelang puasa
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Publik Disebut Tolak Wacana Polri di Bawah Kementeriaan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Komdigi Wajibkan Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik untuk Tekan Penipuan Online
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Tedy Rusmawan Dorong Dishub Jabar Gencarkan Sosialisasi BRT Bandung Raya
• 21 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.