Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang meminta Mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) merangkul kantin hingga pedagang di sekolah untuk memasok kebutuhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka dapat diberdayakan sehingga tetap meraih manfaat ekonomi dari program MBG.
Hal tersebut disampaikan Nanik saat memberikan arahan dalam acara Koordinasi dan Evaluasi bersama Forkompimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), Kasatpel (Kepala Satuan Pelayanan), Yayasan, Mitra, Korwil, dan seluruh Kepala SPPG di Bondowoso. Acara digelar di Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1).
“Kepada para mitra SPPG, yang ngeluh kantinnya mati, tolong order roti dan sebagainya, bisa bakso, bisa nugget, ke kantin-kantin sekolah. Sertakan orang tua murid untuk membuat,” kata Nanik dalam keterangannya dikutip Rabu (28/1).
Kebijakan itu merupakan amanat presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 115 tahun 2025. Dalam Pasal 38, ditekankan bahwa penyelenggaraan MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan usaha mikro, usaha kecil, perseroan perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan merah putih, dan BUMDesa.
Mitra SPPG nantinya dapat bekerja sama dengan pengawas gizi di setiap SPPG untuk melakukan pengawasan, melatih, dan memberikan panduan tentang standarisasi gizi. Begitu juga dengan cara pengolahan bahan pangan yang sehat, dan memenuhi kebutuhan gizi, serta higienitas.
"Bisa jadi orderan bahan makanan untuk SPPG ini omzetnya lebih besar dari pada kalau dia jualan seperti biasa," kata Nanik.
Selain itu, Ketua Harian Tim Koordinasi 17 Kementerian dan Lembaga untuk pelaksanaan program MBG ini juga meminta para mitra untuk tidak terlalu berorientasi bisnis. Ia meminta mitra lebih peka dan memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah penerima manfaat.
Ia mencontohkan jika ada sekolah yang tidak punya WC, atau tidak punya wastafel, mereka bisa membuatkan WC atau wastafel. Lalu jika atap sekolah bocor, mereka pun bisa membantu memperbaiki.
Mitra juga perlu memberikan perhatian kepada para guru, guru-guru honorer, maupun tenaga pendidik di sekolah-sekolah penerima manfaat.
"Anda bisa membelikan sarung atau mukena, untuk guru-guru, atau untuk orang tua siswa yang tidak mampu. Itu semua menjadi shodaqoh jariyah anda semua," pungkasnya.




