Legislator Senayan Apresiasi Hilirisasi Bauksit yang Buka 14.700 Lapangan Kerja Baru

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Pengembangan proyek pengolahan dan pemurnian bauksit di dalam negeri tidak hanya meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, tetapi juga memperluas serapan tenaga kerja, khususnya tenaga kerja formal dan terampil.

Anggota Komisi XII DPR RI Eddy Soeparno menilai hilirisasi sumber daya alam mineral merupakan instrumen strategis untuk mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas.

BACA JUGA: Motif Menantu Perempuan Bunuh Mertua di Blitar Terjawab

“Kami menyambut positif kebijakan hilirisasi karena dampaknya sangat konkret terhadap penciptaan lapangan kerja, terutama tenaga kerja formal yang terampil dan memiliki nilai tambah tinggi,” ucap Eddy dalam keterangannya, pada Selasa (27/1).

Menurut dia, salah satu proyek hilirisasi yang memberikan kontribusi signifikan terhadap pembukaan lapangan kerja adalah pengembangan ekosistem pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina aluminium terintegrasi yang dijalankan oleh Grup MIND ID.

BACA JUGA: Pemuda Muhammadiyah: Polri Tidak Perlu di Bawah Kementerian

Berdasarkan dokumen Pra Feasibility Study (PFS) yang disusun oleh BPI Danantara bersama Satuan Tugas Hilirisasi, proyek strategis dengan total investasi sekitar Rp 60 triliun itu diproyeksikan mampu menyerap hingga 14.700 tenaga kerja baru, baik pada fase konstruksi maupun operasional.

Dia menilai, investasi berskala besar tersebut berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas terhadap ketenagakerjaan nasional.

BACA JUGA: Camat Medan Maimun Almuqarrom Natapradja Keterlaluan, Langsung Dicopot

Tidak hanya menyerap tenaga kerja langsung di sektor industri, proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya lapangan kerja di sektor-sektor pendukung.

“Investasi seperti ini akan menggerakkan ekosistem ekonomi di sekitarnya, mulai dari sektor logistik, jasa pendukung, hingga UMKM lokal,” kata dia.

Eddy menuturkan, urgensi penciptaan lapangan kerja melalui hilirisasi semakin relevan mengingat kebutuhan aluminium nasional yang masih bergantung pada impor.

Saat ini, kebutuhan aluminium domestik mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun, dengan sekitar 54 persen masih dipenuhi dari luar negeri.

Di sisi lain, Indonesia memiliki modal sumber daya alam mineral bauksit yang sangat besar, dengan total sumber daya mencapai sekitar 7,78 miliar ton dan cadangan sekitar 2,86 miliar ton.

Potensi tersebut dinilai menjadi basis penting untuk membangun industri aluminium nasional yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan berkelanjutan.

Dia menegaskan bahwa hilirisasi harus terus didorong hingga ke tahap industrialisasi produk turunan dan barang jadi.

Dengan demikian, manfaat penciptaan lapangan kerja akan semakin optimal dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Ketika pemrosesan dan industrialisasi dilakukan di dalam negeri, lapangan kerja tercipta, nilai tambah tinggal di Indonesia, dan manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh tenaga kerja dan masyarakat yang lebih luas,” tuturnya. (mcr4/jpnn)


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Optimisme Ekonomi Indonesia: Investor Diminta Tak Ragu
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Maarten Paes Gabung Ajax, Sepakati Kontrak 3,5 Musim
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Bencana Sumatera Rusak Ribuan Layanan Keagamaan, Menag Usulkan Tambahan Anggaran Rp702 Miliar
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dapat Laporan dari Netizen Soal Macan Tutul yang Diburu di Gunung Sanggabuana, Dedi Mulyadi Beri Respon
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Bos LPS Ungkap 15,3 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.