Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pengembangan ekosistem semikonduktor nasional untuk menangkap peluang pasar industri berteknologi tinggi sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri di tingkat global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa semikonduktor merupakan fondasi strategis bagi transformasi industri nasional.

Penguatan industri semikonduktor dinilai penting untuk mendukung sektor elektronika, otomotif, energi, serta percepatan digitalisasi industri manufaktur.

Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa "Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar untuk produk berbasis semikonduktor, mulai dari ponsel, laptop, hingga kendaraan bermotor dan kendaraan listrik. Oleh karena itu, pengembangan ekosistem semikonduktor nasional menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat daya saing industri nasional," ungkapnya.

Pertumbuhan industri manufaktur dan adopsi teknologi baru mendorong peningkatan kebutuhan semikonduktor di Indonesia.

Produksi kendaraan bermotor nasional yang telah melampaui satu juta unit per tahun serta target pengembangan kendaraan listrik hingga ratusan ribu unit pada 2030 menuntut ketersediaan komponen semikonduktor yang andal dan berkelanjutan.

Permintaan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop di dalam negeri hingga kini masih didominasi oleh produk impor.

Indonesia saat ini telah memiliki satu industri perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta perusahaan desain integrated circuit.

Kementerian Perindustrian menilai penguatan ekosistem semikonduktor nasional masih perlu dilakukan secara menyeluruh, terutama pada aspek sumber daya manusia, riset dan inovasi, serta integrasi ke rantai pasok global.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Perindustrian menginisiasi program pengembangan ekosistem semikonduktor nasional yang difokuskan pada penguatan desain chip berorientasi kebutuhan industri dan pasar global.

Program tersebut telah masuk dalam daftar rencana pinjaman luar negeri jangka menengah Blue Book 2025–2029 dengan nilai pembiayaan sebesar 16,185 juta dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian menyampaikan bahwa "Fokus utama kami adalah membangun kapabilitas SDM nasional di bidang desain chip, menyediakan infrastruktur bersama untuk riset dan prototipe, serta memperkuat kolaborasi antara industri, perguruan tinggi, dan mitra global," ujarnya.

Komitmen penguatan ekosistem semikonduktor juga dibahas dalam pertemuan Menteri Perindustrian dengan Country Director Asian Development Bank untuk Indonesia Bobur Alimov di Jakarta.

Asian Development Bank menyatakan komitmennya untuk mendukung Pemerintah Indonesia melalui pendampingan penyusunan readiness criteria, feasibility study, serta memastikan kesiapan proyek hingga memenuhi kriteria Green Book sebelum tahap pembiayaan.

Kerja sama tersebut dinilai sejalan dengan agenda pembangunan nasional dalam penguatan sumber daya manusia, penguasaan teknologi, dan peningkatan nilai tambah industri nasional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Uni Eropa dan Korea Selatan Punya Aturan AI, Indonesia Bakal Menyusul
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Hoaks dan Ancaman Stabilitas
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Normalisasi Kali Cakung Lama Dilanjutkan, Pramono Buka Peluang Pembebasan Lahan
• 23 jam laludisway.id
thumb
FinTech infinID Akuisisi Pinjol IKI Modal Milik ATIC
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
4 Drama Korea On-Going Terbaru dengan Rating Melejit, Ada yang Bisa Nonton di Netflix
• 3 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.