- 1.174 personel gabungan mengamankan demonstrasi KSPI dan Partai Buruh di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
- Pengamanan bertujuan memastikan aksi berjalan aman dan tertib dengan pendekatan humanis, menghindari tindakan anarkis atau provokatif.
- Aksi yang dipimpin Said Iqbal menuntut revisi UMP/UMSP Jakarta dan penyelamatan buruh PT Pakerin Mojokerto dari ancaman PHK.
Suara.com - Sebanyak 1.174 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh di kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menyebut, personel gabungan tersebut berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek jajaran.
“Pasukan pelayanan aksi unjuk rasa sebanyak 1174 personel gabungan,” kata Erlyn kepada wartawan.
Pengamanan ini, kata Erlyn, dilakukan untuk memastikan aksi berjalan aman dan tertib dengan pendekatan humanis.
“Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang akan menyampaikan aspirasinya," ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta aksi agar menyampaikan pendapat secara damai dan tidak melakukan tindakan anarkis atau provokatif yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Sampaikan pendapat dengan damai, tidak anarkis, tidak membakar ban bekas, tidak merusak fasilitas umum, serta tidak melawan petugas. Hormati masyarakat lain yang sedang beraktivitas,” katanya.
Aksi buruh ini dipimpin Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. Massa membawa tiga tuntutan utama, yakni revisi UMP dan UMSP DKI Jakarta, pengembalian UMSK di 19 kabupaten/kota se-Jawa Barat sesuai rekomendasi bupati dan wali kota, serta penyelamatan 2.500 buruh PT Pakerin Mojokerto yang terancam PHK.
Massa buruh sendiri dijadwalkan berkumpul di kawasan Patung Kuda Monas dan depan Menara BSI sebelum bergerak menuju Istana.
Baca Juga: Said Iqbal Kritik Keras Dedi Mulyadi: Jangan Jawab Kebijakan Upah Buruh dengan Konten Medsos!



