Pedagang Es Gabus yang Dituduh Aparat Pakai Spons Temui Dedi Mulyadi di Bandung

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Suderajat (49), pedagang es gabus yang dituduh aparat menggunakan bahan spons pada dagangannya, berangkat ke Kota Bandung, Jawa Barat, untuk menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Hal ini dikonfirmasi salah satu anak Suderajat, Andi, yang juga ikut berangkat mendampingi sang ayah ke Bandung sejak Selasa (27/1/2026) malam.

Baca juga: Truk Mogok di Flyover Pesing Jakbar, Lalin Sempat Macet

"Saya lagi di Bandung, di rumah Pak Gubernur, KDM (Kang Dedi Mulyadi)," ucap Andi dalam pesan singkat kepada Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Suderajat dan Andi berangkat bersama perwakilan RW rumahnya dengan diantar seorang sopir menuju kediaman Dedi Mulyadi.

Meski demikian, Andi tidak menjelaskan isi pertemuan atau percakapan antara sang ayah bersama pimpinan Jawa Barat itu.

Mobil yang dinaikinya mengekor di belakang mobil milik Dedi Mulyadi. Saat ini, Suderajat disebut masih berdialog dengan Dedi Mulyadi.

"Ini saya sudah ketemu KDM, tapi (mobil) saya dibelakangnya, cuma bapak saya yang pindah mobil (bareng Dedi)," ujarnya.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di rumah Suderajat pada Rabu pagi, kondisi kediamannya terpantau lebih lengang dibandingkan kemarin yang banyak ditemui berbagai pihak, mulai dari Lurah, Dinsos Kabupaten Bogor, bahkan influencer.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Polres Jakpus Bakal Bina Anggotanya Usai Fitnah-Aniaya Pedagang Es Gabus

Rumah yang ditempati Suderajat juga masih kosong dan tengah dalam proses renovasi setelah plafonnya ambruk akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut pekan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sepanjang 2025, KPK Tangani 48 Perkara Suap dan Lakukan 11 OTT
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Buruh Demo Lagi, Pramono: UMP Jakarta Sudah Disepakati Buruh-Pengusaha
• 26 menit laludetik.com
thumb
IHSG Anjlok Lebih dari 6% Pagi Ini (28/1), Saham Bakrie hingga Konglomerat Berguguran
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Luka Hati Sudrajat Penjual Es Kue Jadul yang Sulit Terobati
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Rencana Pemutihan BPJS Kesehatan Mandek, Cak Imin Ungkap Penyebabnya
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.