Tukka (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan PT Nindya Karya mengerahkan alat berat beserta personel untuk melakukan pemulihan pascabencana di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
“Kami sudah turun melakukan pemulihan di delapan titik di Kecamatan Tukka ini dengan total 290 titik di seluruh Tapanuli, baik Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan,” kata Pelaksana Lapangan Nindya Karya Moch Wahyu Salman Alfarisi di Jakarta, Rabu.
Khusus di Kecamatan Tukka, pihaknya mengerahkan 10 alat berat dan 20 dump truk untuk membersihkan material banjir dan longsor, baik kayu, pasir, maupun lumpur.
Menurut Wahyu, dalam program penanganan bencana itu, pihaknya melakukan dalam tiga tahapan, yakni pembersihan, renovasi, dan rekonstruksi.
Dia mengatakan untuk saat ini, pihaknya masih fokus melakukan penanganan fasilitas umum, di antaranya sekolah, puskesmas, kantor kecamatan, dan lainnya.
“Kami sudah memiliki daftar kawasan yang akan dibersihkan dan kami terus bekerja setiap harinya untuk membantu masyarakat setempat,” ujar Wahyu.
Saat ini, sambung dia, pihaknya fokus melakukan pembersihan kawasan di samping SD Negeri 1B Tukka yang masih terendam material banjir.
“Kami mengerahkan satu alat berat dan dibantu personel TNI untuk mengeluarkan material lumpur,” ungkap Wahyu.
Pemulihan tersebut, kata dia, bertujuan membersihkan kawasan itu dari material longsor dan mendorong agar terbukanya akses sehingga bangunan-bangunan yang terdampak dapat kembali dimanfaatkan.
“Jika ini selesai, maka kami akan bergeser ke lokasi yang lain,” tutur Wahyu.
Baca juga: Ratusan penyintas bencana masih menetap di SMAN 1 Tukka
Baca juga: TNI targetkan pembangunan jembatan gantung di Tukka rampung Februari
Baca juga: Pelajar di SMAN 1 Tukka belajar di tenda darurat hingga PJJ
“Kami sudah turun melakukan pemulihan di delapan titik di Kecamatan Tukka ini dengan total 290 titik di seluruh Tapanuli, baik Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan,” kata Pelaksana Lapangan Nindya Karya Moch Wahyu Salman Alfarisi di Jakarta, Rabu.
Khusus di Kecamatan Tukka, pihaknya mengerahkan 10 alat berat dan 20 dump truk untuk membersihkan material banjir dan longsor, baik kayu, pasir, maupun lumpur.
Menurut Wahyu, dalam program penanganan bencana itu, pihaknya melakukan dalam tiga tahapan, yakni pembersihan, renovasi, dan rekonstruksi.
Dia mengatakan untuk saat ini, pihaknya masih fokus melakukan penanganan fasilitas umum, di antaranya sekolah, puskesmas, kantor kecamatan, dan lainnya.
“Kami sudah memiliki daftar kawasan yang akan dibersihkan dan kami terus bekerja setiap harinya untuk membantu masyarakat setempat,” ujar Wahyu.
Saat ini, sambung dia, pihaknya fokus melakukan pembersihan kawasan di samping SD Negeri 1B Tukka yang masih terendam material banjir.
“Kami mengerahkan satu alat berat dan dibantu personel TNI untuk mengeluarkan material lumpur,” ungkap Wahyu.
Pemulihan tersebut, kata dia, bertujuan membersihkan kawasan itu dari material longsor dan mendorong agar terbukanya akses sehingga bangunan-bangunan yang terdampak dapat kembali dimanfaatkan.
“Jika ini selesai, maka kami akan bergeser ke lokasi yang lain,” tutur Wahyu.
Baca juga: Ratusan penyintas bencana masih menetap di SMAN 1 Tukka
Baca juga: TNI targetkan pembangunan jembatan gantung di Tukka rampung Februari
Baca juga: Pelajar di SMAN 1 Tukka belajar di tenda darurat hingga PJJ




