Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini tak cuma mendominasi sektor teknis, tapi juga mulai merambah dalam ke dunia seni dan budaya. Hal ini menjadi sorotan utama dalam pertemuan "AI Chinese New Year" yang digelar di Beijing, Senin (26/1).
Duta Besar RI untuk China, Djauhari Oratmangun, menilai pesatnya teknologi AI justru membuka pintu lebar bagi Indonesia dan China untuk mempererat kerja sama industri kreatif.
"Pemanfaatan teknologi untuk promosi budaya dengan tepat akan dapat berdampak luas, bukan hanya dapat memperkaya budaya itu sendiri, tapi juga memperkuat koneksi antar masyarakat, lintas generasi dan lintas bangsa," ujar Djauhari di hadapan ratusan perwakilan media dan industri kreatif China.
Djauhari menekankan, Indonesia sebagai negeri dengan beragam budaya punya sumber ide tak terbatas. Kekayaan hikayat dan simbol budaya ini bisa "hidup" kembali lewat musik, animasi, hingga film.
Apalagi, potensi ekonomi dari sektor ini tak main-main. Djauhari memprediksi, pada tahun 2030, kontribusi industri kreatif terhadap PDB Indonesia bisa tembus 8 persen dan menyerap sekitar 30 juta tenaga kerja.
Di sisi lain, China dikenal sebagai raksasa teknologi. Kolaborasi antara talenta kreatif Indonesia dan kecanggihan teknologi China dinilai sebagai kombinasi yang pas.
"Kolaborasi positif dan produktif antara besarnya potensi budaya dan industri kreatif Indonesia, talenta muda Indonesia dan teknologi canggih Tiongkok, akan semakin memperluas peluang-peluang konkret," tambahnya.
Teken MoU Imperial Pictures dan MiguTak sekadar wacana, pertemuan ini juga menandai langkah konkret kerja sama kedua negara. Imperial Pictures Indonesia resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Migu, perusahaan digital di bawah naungan salah satu raksasa telekomunikasi China.
Kerja sama ini akan fokus pada penguatan budaya, industri kreatif, dan konten digital dengan memanfaatkan teknologi AI. "Karena ketika teknologi menghasilkan koneksi kolaborasi yang saling menguntungkan, di situ kita benar-benar merasakan manfaat teknologi," tegas Djauhari.
Acara yang diselenggarakan oleh State Administration of Radio, Film, and Television (NRTA) ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Kebudayaan China hingga Peking National Opera.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Djauhari juga meluncurkan pesan Tahun Baru Imlek perdananya yang akan disebarluaskan melalui berbagai platform digital di China.




