- Pemerintah Indonesia didesak waspada potensi virus Nipah setelah India laporkan lima kasus nosokomial pada Januari 2026.
- Thailand meningkatkan kewaspadaan ketat, termasuk skrining 1.700 penumpang India di tiga bandara utama per 27 Januari 2026.
- Thailand mempersiapkan tiga rumah sakit rujukan dengan ruang isolasi dan tim spesialis untuk penanganan kasus suspek virus Nipah.
Suara.com - Pemerintah Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah dengan meniru langkah konkret yang dilakukan Thailand.
Hal ini disampaikan pakar kesehatan masyarakat Universitas YARSI, dr. Tjandra Yoga Aditama, menyusul laporan kasus virus Nipah yang kembali muncul di India.
“Seperti diketahui, India melaporkan letusan kasus penyakit akibat virus Nipah yang terjadi pada lima orang, dan diduga penularannya melalui infeksi nosokomial di dalam rumah sakit,” kata dr. Tjandra dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, situasi tersebut menjadi peringatan penting bagi negara-negara di kawasan, termasuk Indonesia, mengingat mobilitas manusia antarnegara yang sangat tinggi.
Dr. Tjandra menyoroti langkah Thailand yang dinilainya sangat serius dalam mencegah masuknya virus Nipah.
Bahkan, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada 25 Januari 2026 mengeluarkan pernyataan khusus terkait penyakit tersebut kendati pun belum ditemukan kasus infeksi nipah, seperti Indonesia.
“Perdana Menteri Thailand menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada kasus virus Nipah di negaranya, namun pemerintah meningkatkan pemantauan kesehatan masyarakat dan skrining secara ketat,” ujarnya.
Instruksi langsung diberikan kepada Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand untuk mengambil langkah lanjutan, termasuk pengawasan di pintu masuk negara.
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand melaporkan bahwa hingga 27 Januari 2026, pihaknya telah melakukan skrining terhadap lebih dari 1.700 penumpang pesawat yang datang dari Kolkata, India.
Baca Juga: Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya
Skrining dilakukan di tiga bandara utama, yakni Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Hasilnya, hingga kini belum ditemukan kasus positif virus Nipah.
Pelaksanaan skrining itu melibatkan kerja sama lintas sektor, mulai dari Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand hingga Deputi Perdana Menteri sekaligus Menteri Perhubungan serta otoritas bandara setempat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah Thailand.
Tak hanya di bandara, kesiapsiagaan juga dilakukan di fasilitas kesehatan. Departemen Pelayanan Medik Thailand telah menginstruksikan tiga rumah sakit rujukan, yakni Rajavithi Hospital, Lerdsin Hospital, dan Nopparat Rajathanee Hospital.
Ketiga rumah sakit tersebut diminta menyiapkan ruang isolasi serta tim dokter spesialis untuk menangani kemungkinan kasus suspek maupun terkonfirmasi virus Nipah.
Terkait kondisi di dalam negeri, menurut dr. pemerintah RI tidak boleh lengah walaupun belum ada kasus infeksi nipah di Indonesia.
“Kegiatan pencegahan yang dilakukan Thailand menunjukkan upaya nyata melindungi warganya. Mungkin baik kalau dipertimbangkan kegiatan serupa yang dapat dilakukan juga di negara kita,” ucapnya.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484335/original/095105900_1769420541-Filtrasi_Air.jpg)



