Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara mengenai merosotnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Rabu (28/1), menyusul pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan sejumlah aksi indeks saham Indonesia. Hingga pukul 10.11 WIB, IHSG ambles 5,38 persen ke level 8.497,33.
Berdasarkan data RTI Business, tekanan jual terjadi secara luas dengan 703 saham melemah, hanya 61 saham menguat, dan 36 saham stagnan. Nilai transaksi Rp 18,8 triliun dan volume perdagangan 26,9 miliar saham.
Menanggapi kondisi itu, Corporate Secretary BEI, Kautsar Primadi, menyatakan Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal bakal terus berkoordinasi dengan MSCI untuk merespons kekhawatiran terkait transparansi data kepemilikan saham.
"Terkait dengan pengumuman dari MSCI pagi ini, OJK, IDX, dan KSEI akan terus melalukan diskusi dengan MSCI," ucap Kautsar kepada wartawan, Rabu (28/1).
Kautsar mengungkapkan sebelumnya BEI telah meningkatkan keterbukaan dengan penyampaikan pengumuman data free float di website BEI.
"Namun jika dirasakan MSCI belum cukup, kami akan terus melakukan diskusi atas transparansi data sesuai proposal MSCI untuk menemukan kesepakatan," kata Kautsar.
Lewat pengumuman terbaru, MSCI resmi memberlakukan perlakuan sementara terhadap pasar saham Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam proses rebalancing indeks. Kebijakan tersebut diumumkan pada Selasa (27/1) dan akan berlaku termasuk pada index review Februari 2026.
Dalam kebijakan itu, MSCI membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), menghentikan penambahan konstituen baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), serta membekukan perpindahan naik antar segmen ukuran indeks, termasuk dari Small Cap ke Standard.



.jpeg)

