Banyak Kader Partai Lain Merapat ke PSI, Kamaruddin: Faktor Jokowi

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Hukum dan HAM DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kamaruddin, mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) menjadi faktor kunci di balik merapatnya tokoh nasional hingga kader berbagai partai politik lain ke PSI.

Kamaruddin menilai, rekam jejak Jokowi yang tidak pernah kalah dalam lima kali pertarungan elektoral demokrasi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi para tokoh daerah maupun nasional untuk bergabung ke PSI.

BACA JUGA: Pengamat: Migrasi Kader Partai Mapan ke PSI Cerminkan Pengaruh Jokowi

"Pak Jokowi adalah kunci merapatnya tokoh-tokoh ke PSI. Mereka melihat Pak Jokowi belum pernah kalah dalam pertarungan elektoral. Mungkin beliau satu-satunya dalam sejarah Indonesia yang menang lima kali berturut-turut dalam sistem demokrasi," ujar Kamaruddin ketika dihubungi, Rabu (28/1).

Kamaruddin mengatakan selain faktor kemenangan elektoral, para tokoh dari latar belakang partai yang beragam seperti PDIP, hingga Golkar yang memilih bergabung karena ingin mewujudkan gagasan "Jokowisme" melalui PSI.

BACA JUGA: Tindaklanjuti Arahan Kaesang, PSI Percepat Restrukturisasi sampai Tingkat Desa

Kamaruddin menjelaskan bahwa para tokoh tersebut bergabung karena ingin memastikan lima pilar Jokowisme tetap tegak, yakni mengutamakan kerja nyata dan pembangunan daripada sekadar retorika ideologi, serta konsisten mewujudkan paradigma Indonesia Sentris dengan memeratakan pembangunan hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Selain itu, Jokowisme juga menekankan pada gaya kepemimpinan yang sederhana dan otentik dalam pelayanan publik, mengejar cita-cita The Indonesian Dream untuk kemajuan bangsa, serta manifestasi keadilan sosial melalui pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

BACA JUGA: Nasrullah Menyambut Baik Kabar Rusdi Masse Gabung PSI

"Ini adalah gejala Jokowi Effect. Tokoh-tokoh sentral di daerah yang pindah ke PSI ini cukup merata, terutama dari wilayah-wilayah yang menjadi basis kuat Pak Jokowi," katanya.

Lebih lanjut, Kamaruddin menjelaskan bahwa penguatan struktur partai telah dimulai sejak Kongres PSI di Solo pada Juli 2025, saat Kaesang Pangarep terpilih sebagai Ketua Umum.

Momentum tersebut menandai perubahan AD/ART partai menuju konsep "Partai Super Tbk", yang mengedepankan prinsip one member one vote (satu kader, satu suara).

Selain itu, konsolidasi seluruh struktur partai juga digelar pada acara Rakernas PSI di Makassar pada 28-31 Januari 2026.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep menyebut banyak kader Golkar yang berpindah ke partai yang dia pimpin. Dia berkelakar dengan meminta izin kepada Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

Momen itu terjadi ketika Kaesang memimpin Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Bali di The Trans Resort, Badung, Bali, Sabtu (24/1).

Kaesang awalnya memanggil kader PSI Bali yang merupakan mantan kader Golkar.

"Izin Pak Ketum Bahlil, kader-kadernya merapat ke kami," ujar Kaesang disambut tawa hadirin di ruangan itu. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kenapa Putusan MSCI Buat IHSG Anjlok? Ini Penjelasannya
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Iran Peringatkan Negara Tetangga Tak Bantu AS Menyerang
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Banyak Desa Jadi Sungai Pascabencana di Sumatera
• 20 jam laludetik.com
thumb
Binadigital Bank INA (BINA) Luncurkan Fitur Investasi Emas Digital
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Wamenlu: Judol Akan Dideklarasikan Jadi Bentuk Scam di Asia Tenggara
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.