Cuaca Tak Stabil, KM Sabuk Nusantara 43 Kembali Gagal Berlayar

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ama Boro Huko

TVRINews, Kupang

Rencana keberangkatan KM Sabuk Nusantara 43 dari Pelabuhan Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali tertunda akibat cuaca kurang kondusif. Peningkatan curah hujan dan tinggi gelombang dampak angin muson barat dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Pembatalan keberangkatan disampaikan kru kapal melalui grup WhatsApp penumpang pada Rabu, 28 Januari 2026.

"Selamat pagi calon penumpang KM Sabuk Nusantara 43 batal berangkat, karena gelombang masih tinggi di Laut SAWU, jadwal akan kami share kembali jika cuaca sudah membaik," imbau salah satu kru kapal, Yuli Astono.

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Waingapu mengimbau para nahkoda serta pemilik kapal di wilayah Pelabuhan Waingapu untuk memastikan kondisi mesin dan kelayakan kapal sebelum mengajukan permohonan persetujuan berlayar.

"Para nahkoda harus menunda keberangkatan kapal sementara waktu jika menerima informasi cuaca buruk hingga kondisi cuaca dinyatakan aman untuk berlayar. Tidak memaksakan diri untuk melakukan pelayaran apabila cuaca buruk terjadi," kata Kepala Kantor KSOP Sumba Timur, Dr. Fadly Afand Djafar, S.H., M.H., melalui keterangan resmi.

KSOP juga mengingatkan, apabila selama pelayaran terjadi cuaca buruk yang berpotensi membahayakan keselamatan, kapal diminta segera mencari tempat berlindung terdekat dan melapor kepada syahbandar melalui Stasiun Radio Pantai.

"Pastikan selalu kapal dalam kondisi aman saat bersandar, termasuk pengikatan tali tambat dan pengawasan kegiatan bongkar muat. Untuk kapal jenis ferry roro agar dipastikan lashing kendaraan dipasang dengan baik sesuai ketentuan," jelas Kepala Kantor KSOP.

Selain itu, kapal dengan lambung bebas rendah serta kapal yang dibangun secara tradisional diminta mendapat perhatian khusus dalam menghadapi tinggi gelombang selama pelayaran.

"Para pelaut agar tetap memperhatikan prinsip kecakapan pelaut yang baik (Good Seamanship) untuk memastikan kapal, awak kapal, penumpang, dan muatan dalam kondisi yang aman dalam pelayaran," demikian imbauan Kesyahbandaran Kelas IV Waingapu.

KM Sabuk Nusantara 43 dikenal sebagai kapal perintis yang melayani mobilitas masyarakat di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur dengan rute Waingapu–Salura–Sabu Raijua–Sabu Seba–Rote Ndao–Batutua–Kupang–Wulandoni–Larantuka.

Jadwal pelayaran kapal dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi cuaca. Penundaan keberangkatan dilakukan demi keselamatan penumpang dan awak kapal sambil menunggu cuaca di perairan Nusa Tenggara Timur kembali membaik.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
CASS Likuidasi Anak Usaha, Cinta Airport Flores Pengelola Bandara Komodo
• 5 menit laluidxchannel.com
thumb
Saham Konglomerat Prajogo, Bakrie, Salim hingga Aguan Rontok, Mana Paling Minus?
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kolaborasi BRIN dan Badan Bank Tanah Manfaatkan Riset untuk Pengelolaan Lahan Nasional
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Liem Tjie Sen Dituntut 5 Tahun Penjara, Johan Widjaja Nilai Tak Sejalan Fakta Persidangan
• 14 menit lalurealita.co
thumb
Guru di Tangsel Dilaporkan ke Polisi Usai Tegur Siswanya
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.