OJK Sebut Demutualisasi Bursa Rampung Semester I-2026

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diselesaikan pada paruh pertama tahun ini.

OJK Sebut Demutualisasi Bursa Rampung Semester I-2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan proses demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat diselesaikan pada paruh pertama tahun ini. 

Langkah strategis ini merupakan transformasi struktural besar bagi bursa nasional yang bertujuan untuk mengadopsi standar pengelolaan kelas dunia.

Baca Juga:
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Melonjak Rp52 Ribu Jadi Rp2.968.000 per Gram

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar mengatakan bahwa kebijakan ini sangat krusial untuk memperbaiki struktur internal serta posisi pasar modal Indonesia di mata internasional.

“Kebijakan ini ditargetkan bisa rampung pada semester I 2026 ini dan tujuannya adalah untuk meningkatkan dan memperkuat tata kelola good governances, meningkatkan bentuk pengelolaan yang lebih profesional, dan mengurangi risiko benturan kepentingan,” kata Mahendra dalam Konferensi Pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:
BMKG Prediksi Hujan Lebat Terjadi hingga Februari dan Kemarau di Mei 2026

Demutualisasi ini secara teknis akan mengubah status BEI dari organisasi yang dimiliki secara eksklusif oleh para anggotanya (perusahaan efek) menjadi sebuah badan hukum Perseroan Terbatas (PT).

Perubahan status ini memungkinkan saham BEI dimiliki oleh masyarakat luas, yang diyakini Mahendra akan meningkatkan daya saing global pasar modal Indonesia.

Baca Juga:
Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.494 Triliun pada November 2025

Saat ini, landasan hukum proses tersebut sedang dimatangkan oleh pemerintah dalam bentuk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP). OJK mengaku terus menjalin interaksi intensif dalam penyusunan draf tersebut guna memastikan skema yang ditetapkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Mengingat rumusannya dilaksanakan oleh pemerintah dalam bentuk PP atau sekarang adalah RPP demutualisasi bursa dan saat ini masih dalam pembahasan untuk skema yang akan ditetapkan,” kata Mahendra.

Baca Juga:
LPS Sebut 15,3 Juta Warga Usia Produktif Belum Punya Rekening

Dari sisi internal bursa, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan landasan studi yang kuat sebelum skema tersebut disodorkan kepada para pemegang saham sebagai pemutus kebijakan tertinggi.

Mengingat kompleksitas perubahan struktur ini, BEI berkomitmen untuk menyediakan analisis mendalam mengenai model bisnis baru yang paling memberikan keuntungan optimal bagi ekosistem pasar modal.

“Jadi kami sebagai sebuah institusi, tadi saya sampaikan, kita tugasnya apa? Kita menyediakan studi yang komprehensif. Ini modelnya seperti apa? Yang nanti memberikan optimal benefit untuk capital market,” ujar Nyoman.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
PB SEMMI Tegaskan Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Atlet Bukan Sekadar Juara, Negara Wajib Jamin Hidupnya
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Viral Pedagang Dituduh Jual Es Gabus Berbahaya, Aparat Minta Maaf
• 19 jam lalugenpi.co
thumb
2 Mahasiswa UHO Kendari Hilang di Hutan Konawe saat Penelitian Geologi, Ini Kondisinya
• 2 jam lalurctiplus.com
thumb
Buyback Tuntas, Ashmore Indonesia (AMOR) Serap 10,6 Juta Saham
• 46 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.