Bisnis.com, JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) atau Antam telah menerima persetujuan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) tahun buku 2026 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi menuturkan persetujuan ini menjadi landasan penting dalam menjaga kepastian operasional perusahaan.
Menurutnya, persetujuan RKAB itu juga menjadi tonggak keberlanjutan kontribusi Antam dalam mendukung kebijakan strategis nasional di sektor pertambangan dan hilirisasi mineral.
“Persetujuan RKAB 2026 memberikan kepastian bagi ANTAM untuk melanjutkan perencanaan operasional perusahaan secara prudent dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Wisnu kepada Bisnis, Rabu (28/1/2026).
Dia menjelaskan, dengan diterimanya persetujuan RKAB 2026, saat ini Antam sedang melakukan pembahasan dan penyesuaian internal. Ini dilakukan guna memastikan implementasi RKAB berjalan selaras dengan rencana operasional, standar keselamatan kerja, serta ketentuan perizinan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Antam, kata Wisnu, berkomitmen untuk menjalankan seluruh kegiatan operasional secara terukur, patuh, dan berkelanjutan.
Adapun, persetujuan RKAB 2026 ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang kembali menerapkan mekanisme persetujuan RKAB tahunan. Ini sebagai bagian dari penguatan tata kelola, disiplin produksi, serta pengawasan kegiatan pertambangan nasional.
Menurut Wisnu, Antam menyambut kebijakan ini sebagai fondasi penting dalam mendorong praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berorientasi jangka panjang.
"Saat ini, kami tengah melakukan kajian internal agar implementasi RKAB dapat berjalan optimal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kepatuhan, dan keberlanjutan,” ujar Wisnu.
Melalui pelaksanaan RKAB 2026, Antam akan melanjutkan kegiatan operasional dan produksi sesuai dengan persetujuan yang diberikan, sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.
Wishnu menegaskan, Antam terus berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui penerimaan negara dari pajak dan PNBP, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan pelaku usaha lokal, serta investasi berkelanjutan di sepanjang rantai nilai mineral.
Dia menambahkan bahwa Antam juga memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, termasuk pengelolaan lingkungan, keselamatan kerja, serta pengembangan nilai tambah melalui hilirisasi mineral guna meningkatkan daya saing industri nasional.
Baca Juga
- Aneka Tambang (Antam) Siap Kelola Agincourt Jika Ditugaskan Pemerintah
- Izin Tambang Emas Agincourt Resources Akan Dialihkan ke Antam
- Kementerian ESDM: 300 Perusahaan Batu Bara Belum Mengajukan RKAB Produksi 2026




