Massa buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka meminta kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2026.
Pantauan detikcom di lokasi, Rabu (28/1/2026), massa mulai berkumpul pukul 10.40 WIB. Jalan Medan Merdeka Selatan arah Patung Kuda tampak tersendat karena harus melambat saat melewati area demonstrasi.
Massa tampak membawa atribut seperti bendera serikat buruh. Sekretaris PC SPAMK FSPMI DKI Jakarta, Kuszairi, menyebut penetapan UMP 2026 tidak sesuai dengan nilai kebutuhan hidup layak (KHL).
"Nilai KHL itu sekitar Rp 5.898.000, tapi UMP yang diputuskan hanya Rp 5,7 juta. Dengan kondisi kenaikan tarif listrik, BBM, pajak, dan harga sembako sepanjang 2026, ini jelas tidak mencerminkan kenaikan upah yang riil," kata Kuszairi dalam orasinya.
Dia menilai kenaikan UMP tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup. Menurutnya, buruh berpotensi mengalami penurunan daya beli.
"Kalau kenaikan biaya hidup lebih besar dari kenaikan upah, berarti buruh bukan naik upah, tapi nombok," ucapnya.
(bel/haf)



