Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan apresiasi kepada atlet PB Djarum atas torehan prestasi yang diraih sepanjang tahun 2025 di level nasional hingga internasional dengan nilai total Rp512.700.000.
Berbagai capaian tersebut di antaranya Juara Kejurnas PBSI 2025 Tunggal Putri, Ganda Putri, Ganda Campuran, Atlet Peringkat 15 dan 39 BWF per 31 Desember 2025. Apresiasi juga diberikan kepada 47 atlet berprestasi 2025 U-17 dan U-19, serta Atlet Muda PB Djarum Berprestasi Terbaik 2025 Salsabila Zahra Aulia.
Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, menilai bahwa prestasi gemilang para atlet muda menjadi bukti nyata dari keberhasilan regenerasi di klub. Olimpiade tahun 2000, mengatakan bahwa PB Djarum proaktif mencari dan membentuk talenta muda sejak tahap awal. Menurut Fung, bakat tidak ditunggu, tetapi secara sengaja dibina dan dikembangkan potensinya melalui latihan intensif serta kompetisi yang menantang.
“Melihat keberanian dan performa atlet muda di lapangan, saya semakin percaya diri dengan jalur pembinaan yang kami jalankan. Mereka tidak hanya siap menghadapi kompetisi domestik, tapi juga punya kapasitas untuk bersaing di level dunia. Semua ini adalah hasil dari latihan disiplin, evaluasi rutin, dan keberanian mereka untuk lompat di saat kompetisi. Kami akan terus mengasah fondasi agar PB Djarum tetap melahirkan juara-juara yang siap bersinar di panggung dunia,” ujar Fung.
PB Djarum berhasil menorehkan prestasi pada Kejurnas 2025 melalui penampilan atlet-atletnya. Di sektor Ganda Taruna Putri, Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul M mencuri gelar setelah unggul atas Selvi Josika/Yasnitha Ristyna Putri 21-18 dan 21-10. Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi tampil sebagai Juara Tunggal Taruna Putra usai mengalahkan Denis Azzarya 21-17 dan 21-19 pada partai final.
Sementara Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia sukses menjadi Juara Ganda Taruna Campuran menang dramatis melalui rubber game dari Moses Andar Simanjuntak/Reya Azzahra Yulianti 21-23, 21-17, 21-13. PB Djarum alir juara terjadi pada sektor Ganda Dewasa Campuran, Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti berhasil mengalahkan Daniel Edgarmo/Gloria Emanuelle Widjaja 22-20, 18-21, 21-10.
“Setelah pada tahun lalu PB Djarum berhasil menjadi juara Kejurnas PBSI 2024 beregu maupun perorangan, di tahun ini kami kembali mencatatkan prestasi cukup membanggakan di perorangan. Salsabila Zahra Aulia merupakan atlet dari klub mitra kami, Istimewa Badminton Club (IBC) Yogyakarta yang terus menunjukkan grafik positif di sektor ganda, baik putri maupun campuran,” papar Fung.
Koordinator Tunggal Putra PB Djarum, Leonard Holvy De Pauw, menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan konsistensi para atlet PB Djarum yang mampu menunjukkan performa gemilang di berbagai level kompetisi sepanjang tahun 2025. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan proses pembinaan yang berjalan berkesinambungan, mulai dari atlet usia muda hingga yang telah bersaing di panggung internasional, serta didukung oleh peran pelatih dan tim pendukung yang solid.
Holvy menilai bahwa kualitas dan potensi atlet PB Djarum kini semakin merata di seluruh sektor. Tidak hanya sektor ganda yang terus menunjukkan kekuatan, sektor tunggal pun mulai memperlihatkan perkembangan signifikan. Pemberian penghargaan atlet berprestasi yang rutin digelar setiap tahun ini, diharapkan menjadi motivasi untuk mencapai prestasi lebih tinggi di masa mendatang.
“Kami melihat dari kualitas atlet PB Djarum di turnamen nasional maupun internasional meningkat tajam. Apalagi sekarang para atlet didukung oleh tim support yang kompeten seperti strength and conditioning coaches, nutritionist dan physiotherapists. Kami ingin mereka menjadi juara di dalam lapangan melalui prestasi, dan juara di luar lapangan melalui sikap disiplin, komitmen, dan sportivitas tinggi. Ke depannya, tantangan kami adalah mendorong para atlet agar tidak cepat berpuas diri dan tetap #TeruskanSemangatJuara,” ujar Holvy.
Pelatih Ganda Putri PB Djarum, Rudy Gunawan, menilai pencapaian Salsabila maupun atlet ganda lainnya tidak terlepas dari proses latihan yang berkesinambungan serta komitmen kuat para atlet dalam menjalani program pembinaan. Di samping itu, menurut Rudy yang tak kalah penting dimiliki atlet ialah mental juara dan kemauan untuk terus berkembang. Sebagai pelatih, ia beserta tim terus memotivasi para atlet untuk memiliki elemen tersebut agar siap bersaing di level nasional maupun internasional.
“Salsabila punya karakter pekerja keras dan tidak mau kalah, dia juga sangat cerdik membaca permainan lawan di lapangan. Bermain di dua nomor bukan hal mudah, tapi dia bisa menjaga fokus dan disiplin. Kami selalu mendorong atlet untuk berani bersaing dan tidak takut menghadapi pemain yang lebih senior. Proses ini memang tidak instan, tapi hasilnya mulai terlihat. Tugas kami sebagai pelatih adalah menjaga konsistensi dan menyiapkan atlet agar siap bersaing di level yang lebih tinggi. Terakhir pada Daihatsu Indonesia Masters 2026 perwakilan PB Djarum, Febi Setianingrum juga menjadi semifinalis ganda putri,” tambahnya.
Salsabila Zahra Aulia, didaulat sebagai atlet muda PB Djarum berprestasi di tahun 2025 berkat kesuksesan mempersembahkan tiga gelar juara di Sirnas A (ganda taruna campuran dan ganda putri), Sirnas C (ganda taruna campuran), Sirnas Polytron Muria Cup (ganda taruna putri), Sirnas Premier (ganda taruna campuran), dan dua gelar juara di Kejurnas PBSI 2025 (ganda taruna campuran dan ganda putri). Penghargaan ini menjadi momentum untuk semakin fokus dalam berlatih, mengasah kemampuan, dan motivasi tersendiri guna memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
“Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka mendapatkan penghargaan serta terpilih sebagai atlet terbaik berprestasi 2025. Penghargaan ini menjadi penyemangat buat saya untuk terus berkembang dan tidak cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai. Kunci kemenangan ada di kerja keras dan latihan. Terima kasih untuk jajaran pelatih di klub lama saya IBC Yogyakarta serta keluarga yang selalu mendukung sampai saat ini. Ke depannya saya ingin terus meningkatkan performa dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi di level internasional,” kata Salsa.
Selaras dengan hal itu, Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi menyebut penghargaan dan bonus dari PB Djarum sebagai kebanggaan tersendiri baginya. Hal ini tak lepas dari buah hasil kerja keras para pelatih dan tim. Di tahun 2025, Habsyi sukses meraih enam gelar juara Sirnas A di nomor ganda remaja putra dan ganda remaja campuran, Piala Kapolri (ganda remaja campuran), Yonex Sunrise Jaya Raya Junior International Grand Prix 2025 (ganda remaja putra), dan BAT Yonex Pathumthani Junior International Series (ganda remaja putra).
“Penghargaan dari PB Djarum ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi saya sekaligus menjadi motivasi yang besar untuk terus menunjukkan yang terbaik. Terima kasih atas apresiasi dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan atensi jajaran tim PB Djarum yang membuat saya bisa sampai di titik ini. Target saya selanjutnya adalah bisa tampil maksimal di seleksi nasional dan bergabung pelatnas,” ujar lulusan Audisi Umum PB Djarum 2018.
Melalui Penghargaan Atlet Berprestasi 2025, PB Djarum menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan atlet-atlet berdaya saing tinggi serta memperkuat kontribusi dalam pengembangan bulu tangkis Tanah Air.
Berikut rincian apresiasi yang diberikan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation kepada atlet PB Djarum:47 Atlet Berprestasi 2025 U-17 & U-19 senilai Rp 101.700.000
Salsabila Zahra Aulia/Adelia Nirul – Juara Ganda Taruna Putri Kejurnas PBSI 2025 senilai Rp30 juta
Muhammad Nashrulloh Al-Habsyi – Juara Tunggal Taruna Putra Kejurnas PBSI 2025 senilai Rp20 juta
Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia – Juara Ganda Taruna Campuran Kejurnas PBSI 2025 senilai Rp30 juta
Rehan Naufal Kusharyanto/Gloria Emanuelle Widjaja – Atlet Peringkat 15 BWF Ganda Campuran per 31 Desember 2025 senilai Rp240 juta
Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti – Atlet Peringkat 39 BWF Ganda Campuran per 31 Desember 2025 senilai Rp60 juta
Salsabila Zahra Aulia – Atlet Muda PB Djarum Berprestasi Terbaik 2025 mendapat apresiasi Rp25 juta dari Cleo yang merupakan sponsor resmi PB Djarum




