Jakarta, ERANASIONAL.COM – Perjalanan hidup Khaby Lame menjadi salah satu contoh paling nyata tentang bagaimana ekonomi kreator global telah mengubah cara kekayaan diciptakan di era digital. Dari seorang pengangguran yang kehilangan pekerjaan saat pandemi, Khaby Lame kini menjelma menjadi salah satu figur media sosial paling berpengaruh di dunia, dengan estimasi kekayaan mencapai 80 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun.
Khaby Lame, yang memiliki nama lengkap Serigne Khabane Lame, lahir di Senegal pada 9 Maret 2000. Ia kemudian dibesarkan di Italia dan kini berstatus sebagai warga negara Italia. Latar belakang hidupnya jauh dari kemewahan. Sebelum dikenal dunia, Lame bekerja sebagai buruh pabrik di Italia hingga pandemi COVID-19 memaksanya kehilangan pekerjaan.
Kondisi tersebut justru menjadi titik balik. Dalam masa ketidakpastian, Lame mulai mengunggah video sederhana di TikTok. Tanpa dialog, tanpa efek berlebihan, dan tanpa produksi mahal, ia menghadirkan humor visual universal menyindir berbagai video “life hack” yang terlalu rumit dengan solusi sederhana disertai gestur khas: ekspresi datar, telapak tangan terbuka, dan senyum tipis.
Pendekatan ini terbukti sangat efektif. Dalam waktu singkat, kontennya melampaui batas bahasa dan budaya, menjangkau audiens global. Menurut data platform media sosial, Khaby Lame kemudian menjadi kreator TikTok dengan jumlah pengikut terbanyak di dunia, dengan ratusan juta pengikut lintas platform.
Namun, popularitas digital hanyalah permulaan. Banyak kreator viral gagal mempertahankan relevansi atau mengubah ketenaran menjadi kekayaan jangka panjang. Di sinilah Khaby Lame mengambil jalur yang berbeda.
Alih-alih hanya mengandalkan endorsement sesaat, Lame membangun struktur bisnis yang rapi melalui Step Distinctive Limited, sebuah entitas yang mengelola seluruh aspek komersial mereknya. Perusahaan ini menangani kemitraan merek global, lisensi, merchandise, e-commerce, hingga kampanye digital lintas negara. Strategi ini memungkinkan pendapatan Lame tidak bergantung pada algoritma semata, melainkan pada aset merek yang terstruktur.
Langkah tersebut mencapai tonggak penting ketika Rich Sparkle Holdings, perusahaan publik yang terdaftar di bursa Amerika Serikat, mengumumkan akuisisi saham dan kemitraan strategis terkait merek Khaby Lame. Nilai transaksi yang dilaporkan mencapai sekitar 900 juta dolar AS, sebuah angka yang jarang terjadi dalam industri kreator individu.
Dalam skema ini, Rich Sparkle Holdings memperoleh hak komersial global eksklusif atas merek Khaby Lame untuk periode awal 36 bulan. Yang membedakan kesepakatan ini dari kontrak influencer pada umumnya adalah posisi Lame sendiri. Ia tidak sepenuhnya “menjual” mereknya, melainkan tetap terlibat aktif dan bahkan menjadi pemegang saham pengendali di perusahaan tersebut.
Dengan demikian, Khaby Lame secara efektif bertransformasi dari sekadar pembuat konten menjadi pemilik ekuitas dalam perusahaan publik yang mengelola dan memonetisasi pengaruh digitalnya. Ini mencerminkan perubahan besar dalam cara industri menilai pengaruh media sosial bukan lagi sebagai popularitas sementara, tetapi sebagai aset bisnis bernilai tinggi.
Menurut estimasi dari platform data kekayaan selebritas internasional, kekayaan bersih Khaby Lame saat ini berada di kisaran 80 juta dolar AS. Angka tersebut berasal dari berbagai sumber pendapatan, termasuk kemitraan merek global, lisensi konten, penjualan merchandise, serta bayaran unggahan bersponsor yang dilaporkan dapat mencapai hingga 750.000 dolar AS per postingan.
Meski nilai transaksi dan valuasi perusahaan yang terkait dengan mereknya sangat besar, Lame tetap dikategorikan sebagai jutawan, bukan miliarder. Hal ini disebabkan oleh perbedaan mendasar antara valuasi perusahaan dan kekayaan pribadi yang dapat dicairkan. Sebagian besar nilai tersebut masih terikat dalam bentuk saham dan aset bisnis jangka panjang.
Para analis ekonomi kreator menyebut kasus Khaby Lame sebagai contoh ekstrem namun relevan dari evolusi industri digital. Jika sebelumnya influencer dipandang sebagai alat pemasaran, kini mereka mulai diposisikan sebagai merek global independen dengan struktur bisnis, kepemilikan intelektual, dan strategi ekspansi sendiri.
Kesuksesan Khaby Lame juga menegaskan bahwa kesederhanaan konten dapat menjadi kekuatan utama. Tanpa kontroversi, tanpa sensasi berlebihan, dan tanpa narasi verbal, ia membangun identitas yang mudah dikenali dan dipercaya audiens lintas budaya.
Dari buruh pabrik yang kehilangan pekerjaan hingga menjadi simbol ekonomi kreator global, perjalanan Khaby Lame menunjukkan bahwa di era digital, kreativitas, konsistensi, dan strategi bisnis dapat membuka jalan menuju kesuksesan finansial berskala internasional.



