Seorang anak laki-laki berusia lima tahun di Inggris dalam waktu lama hanya mau makan roti gulung sosis dan menolak semua makanan lainnya, membuat kedua orangtuanya sangat cemas. Namun, setelah menjalani satu sesi terapi hipnosis, kebiasaan makan sang anak mengalami perubahan yang luar biasa.
EtIndonesia. Menurut laporan New York Post, seorang ibu berusia 32 tahun bernama Jennifer dari Warrington, Surrey, Inggris, mengatakan bahwa putranya, Grayson, hanya mau makan roti gulung sosis merek Greggs. Jika diberikan makanan apa pun selain roti gulung sosis, keripik kentang, atau roti bawang putih, Grayson akan langsung berteriak dan menangis.
Jennifer menceritakan bahwa sejak kecil Grayson memang tidak suka makan. Saat berusia delapan bulan, ia didiagnosis alergi susu, yang menyebabkan berat badannya turun drastis. Dokter mengatakan bahwa kemungkinan Grayson mengaitkan aktivitas makan dengan rasa sakit.
Pada usia dua setengah tahun, ia mulai mau makan, tetapi hanya roti gulung sosis. Saat masuk taman kanak-kanak, para guru mengatakan mereka belum pernah melihat anak yang begitu takut dengan waktu makan siang—Grayson hampir selalu hanya makan roti gulung sosis. Akibatnya, orang tuanya harus menghabiskan ratusan pound sterling setiap bulan hanya untuk membeli roti gulung sosis.
Dalam kondisi benar-benar kehabisan cara, pasangan ini menghubungi David Kilmurry, seorang terapis yang khusus menangani gangguan makan kompulsif. Sebelum sesi terapi, Jennifer sempat khawatir karena Grayson didiagnosis mengalami autisme dan mutisme selektif, yang biasanya membuatnya tidak mau berbicara dengan orang asing. Namun di luar dugaan, David langsung berhasil membuat Grayson tertawa dan merasa rileks.
Dalam sesi terapi selama dua jam, David menghipnosis Grayson dan kemudian mendorongnya untuk mencoba berbagai makanan, termasuk bayam, jeruk nipis, jeruk bali, biji delima, pai daging, jeruk, anggur, salad, dan apel.
Jennifer merasa hal ini sungguh luar biasa. Ini adalah pertama kalinya Grayson duduk dengan tenang dan benar-benar makan buah. Sebelumnya, ia sama sekali tidak mau mencoba makanan baru dan tidak tahan dengan aroma makanan yang berbeda. Di pesta ulang tahun, begitu makanan disajikan, ia akan menangis dan gemetar. Bisa membuatnya duduk dan mencoba 10 jenis makanan berbeda terasa seperti sebuah keajaiban.
Sejak menjalani terapi tersebut, Grayson juga mencoba nanas di rumah, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia membawa buah ke sekolah sebagai bekal makan siang. Kini ia rutin makan bayam, jeruk bali, dan delima.
Terapi hipnosis cukup umum digunakan di negara-negara Barat. Sebelumnya, media Inggris juga pernah melaporkan seorang perempuan berusia 20 tahun di Cornwall yang berhasil menyembuhkan gangguan makan yang dideritanya sejak usia lima tahun melalui hipnosis. Sebelum terapi, setiap kali makan ia hanya mau makan kentang goreng dan tidak bisa menelan makanan lain sedikit pun.
Seorang psikolog Inggris menjelaskan bahwa jenis gangguan makan seperti ini biasanya berkaitan dengan trauma makanan pada masa kanak-kanak, yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Dengan membuka alam bawah sadar pasien, membantu mereka meninjau kembali masa lalu, dan mengajarkan cara melepaskan rasa takut, masalah tersebut dapat diatasi.
Laporan terjemahan oleh jurnalis Jin Jing / Editor Xu Gengwen




