REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia bakal menggabungkan lini bisnis BUMN yang bergerak di sektor logistik. COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan upaya tersebut merupakan bentuk penataan ulang model bisnis BUMN ke depan.
"Kita punya 21 perusahaan yang bergerak di dalam logistik. Tetapi dari 21 perusahaan ini mereka tidak memiliki bisnis model yang memang kita harapkan mampu berkompetisi dan menjadi besar ke depannya," ujar Dony dalam acara Investor Daily Round Table di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
- Danantara Bentuk Perminas, Ambil Alih Tambang Emas Bermasalah di Sumatera
- Gencar Merger dan Tutup BUMN, Danantara Jamin Tak Ada PHK
- Danantara Alihkan Tambang Emas Martabe ke BUMN Baru
Dony menyampaikan BUMN logistik selama ini tidak mampu mengidentifikasi secara jelas fokus bisnis di first mile hingga last mile atau berada di middle mile. Akibatnya, ucap Dony, 20 dari 21 perusahaan logistik pelat merah mengalami kerugian.
"Yang lebih ironis lagi dia sebetulnya hanya menjalankan transaksi dari induknya. Jadi praktis memang 20 perusahaan ini tidak memiliki bisnis model yang proper dan benar," ucap Dony.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Dony memastikan Danantara Indonesia akan melakukan konsolidasi dalam satu perusahaan logistik. Ia mengatakan konsolidasi ini sejalan dengan transformasi yang ditekankan Presiden Prabowo dalam memangkas jumlah BUMN hingga tersisa sekitar 300 perusahaan dari lebih dari 1.000.
"Ini akan kita konsolidasikan menjadi satu Danantara Logistic Company. Kita punya yang menjadi anchor-nya yaitu PT Pos yang memiliki 4 ribu distribusi dalam bentuk kantor yang tidak dioptimalkan," lanjut Dony.
Dony meyakinkan konsolidasi akan melalui sebuah proses yang didesain dengan sangat baik untuk memastikan perusahaan memiliki kemampuan berkompetisi dengan ukuran pasar yang kompetitif.
"Market size-nya besar dan logistic cost kita turunkan karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan logistic cost tertinggi yang menyebabkan produk kita tidak kompetitif. BUMN harus berperan di sini, at least, untuk menurunkan logistic cost kita," sambung Dony.
Dony mengatakan Danantara juga akan merekrut tenaga profesional dalam menjalankan perusahaan logistik agar memberikan nilai tambah. Ia menambahkan upaya konsolidasi juga akan mengarah pada restrukturisasi perusahaan.
"Banyak perusahaan kita yang sebetulnya market size bagus, mereka punya historical yang cukup kuat tetapi menghadapi persoalan finansial yang dalam. Pilihannya hanya dua, apakah dia akan kita tutup atau dia kita sehatkan," kata Dony.



