Pantau - Belasan hektare sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir hingga setinggi dada, menyebabkan kerusakan tanaman padi dan mengancam hasil panen petani.
Seorang petani bernama Narsih menyampaikan bahwa sawah terendam air dengan ketinggian antara 60 sentimeter hingga lebih dari satu meter.
"Ya, begini, banjir. Ini segini (menunjukkan ukuran banjir setinggi dada). Kelelep sawah terendam soalnya, satu meter lebih," ungkapnya.
Petani Sulit Panen, Tanaman Rusak Terendam AirBanjir membuat proses panen menjadi sulit karena petani harus masuk ke dalam air untuk mengambil padi.
"Sulit sekali. Enakan lagi kering. Kalau sekarang banjir begini, ambil padinya harus masuk dulu ke dalam air," ia mengungkapkan.
Sebagian besar tanaman padi mengalami kerusakan karena terlalu lama terendam air.
"Rusak. Keadaan petani sekarang lagi anjlok," keluh Narsih.
Menurutnya, hujan deras selama beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir di area persawahan.
Meskipun terdapat saluran irigasi di sekitar sawah, tingginya curah hujan membuat sistem drainase tidak mampu menampung limpasan air.
"Saluran air ada, tapi hujannya banyak dan deras dari darat, jadi pembuangannya nggak nampung," katanya.
Ia juga menyebut bahwa area terdampak cukup luas dan banyak petani mengalami kerugian.
"Banyak yang terdampak, tanaman padi jadi pada rusak," ujar Narsih.
Narsih berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terus merugikan para petani di wilayah tersebut.
BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Waspadai Banjir RobSebelumnya, BPBD DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada warga pesisir Pantai Utara Jakarta agar mewaspadai potensi banjir rob hingga 3 Februari 2026.
"Warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai utara Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 27 Januari hingga 3 Februari 2026," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.
Peningkatan tinggi muka air laut ini dipicu oleh fenomena pasang maksimum akibat fase bulan purnama yang bertepatan dengan perigee, yaitu posisi bulan terdekat dengan bumi.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir Jakarta Utara, terutama pada pukul 05.00 hingga 11.00 WIB saat puncak pasang maksimum terjadi.




