Petani di Rorotan dan Marunda Terancam Gagal Panen Akibat Banjir Sawah Setinggi Dada

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Belasan hektare sawah di Kelurahan Rorotan dan Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir hingga setinggi dada, menyebabkan kerusakan tanaman padi dan mengancam hasil panen petani.

Seorang petani bernama Narsih menyampaikan bahwa sawah terendam air dengan ketinggian antara 60 sentimeter hingga lebih dari satu meter.

"Ya, begini, banjir. Ini segini (menunjukkan ukuran banjir setinggi dada). Kelelep sawah terendam soalnya, satu meter lebih," ungkapnya.

Petani Sulit Panen, Tanaman Rusak Terendam Air

Banjir membuat proses panen menjadi sulit karena petani harus masuk ke dalam air untuk mengambil padi.

"Sulit sekali. Enakan lagi kering. Kalau sekarang banjir begini, ambil padinya harus masuk dulu ke dalam air," ia mengungkapkan.

Sebagian besar tanaman padi mengalami kerusakan karena terlalu lama terendam air.

"Rusak. Keadaan petani sekarang lagi anjlok," keluh Narsih.

Menurutnya, hujan deras selama beberapa hari terakhir menjadi penyebab utama banjir di area persawahan.

Meskipun terdapat saluran irigasi di sekitar sawah, tingginya curah hujan membuat sistem drainase tidak mampu menampung limpasan air.

"Saluran air ada, tapi hujannya banyak dan deras dari darat, jadi pembuangannya nggak nampung," katanya.

Ia juga menyebut bahwa area terdampak cukup luas dan banyak petani mengalami kerugian.

"Banyak yang terdampak, tanaman padi jadi pada rusak," ujar Narsih.

Narsih berharap ada perhatian dari pihak terkait untuk memperbaiki sistem drainase agar banjir tidak terus merugikan para petani di wilayah tersebut.

BPBD DKI Jakarta Imbau Warga Waspadai Banjir Rob

Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mengeluarkan imbauan kepada warga pesisir Pantai Utara Jakarta agar mewaspadai potensi banjir rob hingga 3 Februari 2026.

"Warga yang bermukim di kawasan pesisir pantai utara Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 27 Januari hingga 3 Februari 2026," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji.

Peningkatan tinggi muka air laut ini dipicu oleh fenomena pasang maksimum akibat fase bulan purnama yang bertepatan dengan perigee, yaitu posisi bulan terdekat dengan bumi.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir Jakarta Utara, terutama pada pukul 05.00 hingga 11.00 WIB saat puncak pasang maksimum terjadi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Perombakan Kabinet, Mensesneg: Reshuffle untuk Isi Kekosongan Posisi Wamenkeu
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jelang Napoli vs Chelsea, 2 Suporter The Blues Jadi Korban Penikaman
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Jadwal Salat Makassar 28 Januari 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video:IHSG Ambruk Gara-Gara Ini - Pinterest Pangkas Karyawan Demi AI
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ngaku Lakukan Kesalahan Fatal, Jule Puji Na Daehoon Pria Sangat Baik
• 3 jam lalugenpi.co
Berhasil disimpan.