Kasus es gabus, Kapolres sebut ada pembinaan bagi Bhabinkamtibmas

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Renold Hutagalung mengatakan akan membina kembali anggota Bhabinkamtibmas yang bersinggungan langsung dengan masyarakat agar lebih cermat dalam melaksanakan tugas.

"Tentunya, setiap temuan di kewilayahan agar dapat berkoordinasi dengan fungsi yang berkompeten terlebih dahulu, sehingga dapat memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat yang tepat dan benar," kata Renold di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, peran Bhabinkamtibmas di suatu wilayah memang diperlukan karena mereka secara langsung bersinggungan dengan masyarakat sekitar.

Untuk meminimalkan kejadian, seperti kasus es gabus, kata Renold, pihaknya selalu memberikan pembinaan terhadap anggota, terutama terkait dinamika dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Pasti dan harus (ada pembinaan khusus) terkait perkembangan dinamika situasi kamtibmas dan pemeliharaannya," ujar Renold.

Pada dasarnya, kata dia, kasus es gabus itu terjadi semata-mata karena dua aparat, yaitu Bhabinkamtibmas dan Babinsa ingin menjaga masyarakat. Namun, mereka terlalu terburu-buru, dan tidak berkoordinasi dengan pihak yang lebih kompeten sehingga timbul kesalahpahaman.

"Sesungguhnya, niat Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu untuk menjaga masyarakat, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau membahayakan kesehatan, bahkan terkesan overprotective untuk masyarakat," tutur Renold.

Baca juga: Propam Polda dalami anggota yang tangkap pedagang es gabus di Jakpus

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat mendalami pengakuan pedagang es gabus bernama Suderajat yang dianiaya karena menjual es yang diduga terbuat dari bahan berbahaya berupa spons.

"Kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan (pedagang es gabus) di media sosial itu benar adanya atau tidak," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra di Jakarta, Selasa (27/1).

Dia menyebutkan saat berada di Polsek Kemayoran, pedagang es gabus yang bernama Suderajat itu tidak memberikan keterangan bahwa dirinya mendapatkan kekerasan fisik.

Setelah adanya pengakuan itu, pihaknya akan menelusuri dan mendalami apa yang dialami oleh pedagang tersebut ketika diamankan.

"Kami pun baru dapat informasi karena kemarin kita belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan," ungkap Roby.

Baca juga: Polisi akan dalami pengakuan pedagang es gabus yang dianiaya

Baca juga: Polisi pastikan es gabus aman dan layak konsumsi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapolres Sleman Minta Maaf: Hati Saya Terkapar dengan Sebuah Dilema
• 4 jam laluidntimes.com
thumb
BRI Super League: Grafik Menurun Tajam, PSM Alami Tren Negatif Terpanjang Musim Ini
• 21 jam lalubola.com
thumb
Polda Jatim Pemetaan Titik Rawan Kecelakaan di Malang Jelang Ramadan
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Purbaya Gandeng Aparat TNI-Polri Lawan Beking Pengemplang Pajak
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Tenaga surya pimpin pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik di China
• 2 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.