Beijing (ANTARA) - Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration/NEA) China pada Rabu (28/1) menyebutkan bahwa sektor tenaga surya China mencatat ekspansi yang stabil pada 2025, berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan kapasitas pembangkit listrik secara keseluruhan di negara tersebut.
Hingga akhir 2025, total kapasitas pembangkit listrik terpasang di China mencapai 3,89 miliar kilowatt (kW), meningkat 16,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Energi surya merupakan energi kontributor utama dalam bauran energi negara itu, dengan kapasitas terpasang melonjak 35,4 persen menjadi 1,2 miliar kW.
Tenaga angin juga melanjutkan tren ekspansi yang stabil, dengan kapasitas terpasang mencapai 640 juta kW, naik 22,9 persen (yoy).
Data NEA juga menunjukkan pemanfaatan rata-rata kumulatif peralatan pembangkit listrik (untuk pembangkit listrik berkapasitas 6.000 kW ke atas) adalah 3.119 jam pada 2025, turun 312 jam dibandingkan pada 2024.
China membangun sistem energi terbarukan terbesar di dunia, dan berkomitmen mempercepat transisi hijau secara menyeluruh.
Hingga akhir 2025, total kapasitas pembangkit listrik terpasang di China mencapai 3,89 miliar kilowatt (kW), meningkat 16,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Energi surya merupakan energi kontributor utama dalam bauran energi negara itu, dengan kapasitas terpasang melonjak 35,4 persen menjadi 1,2 miliar kW.
Tenaga angin juga melanjutkan tren ekspansi yang stabil, dengan kapasitas terpasang mencapai 640 juta kW, naik 22,9 persen (yoy).
Data NEA juga menunjukkan pemanfaatan rata-rata kumulatif peralatan pembangkit listrik (untuk pembangkit listrik berkapasitas 6.000 kW ke atas) adalah 3.119 jam pada 2025, turun 312 jam dibandingkan pada 2024.
China membangun sistem energi terbarukan terbesar di dunia, dan berkomitmen mempercepat transisi hijau secara menyeluruh.




