JAKARTA, DISWAY.ID -- Dengan kesuksesnnya dalam mencatatkan perkembangan hingga menjadi 8,5 juta ton, atau hampir 98,5 persen, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan rencananya untuk mendorong utilisasi industri baja nasional.
Dalam hal ini, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa nantinya, Kemenperin nantinya akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan strategis.
Beberapa kebijakan tersebut di antaranya adalah penerapan tindakan pengamanan perdagangan (trade remedies), pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, pemberian fasilitas Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), pengutamaan penggunaan produk dalam negeri, pemberian insentif fiskal, serta penerapan prinsip industri hijau.
"Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan utilisasi industri baja nasional secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing produk baja dalam negeri di pasar domestik maupun ekspor," ujar Menperin Agus kepada Disway secara daring, pada Selasa (27/01).
BACA JUGA:Menkeu Purbaya: Anda Investor Pasar Saham Jangan Takut Turun
Sebagai langkah pertamanya, Kemenperin pun sebelumnya juga telah melakukan ground breaking fasilitas Continuous Galvanizing Line (CGL) 2 PT Tata Metal Lestari di Purwakarta, Jawa Barat, pada Senin (21/01) lalu.
Menurut Direktur Industri Logam Kemenperin Dodiet Prasetyo mewakili Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), Dodiet Prasetyo, peningkatan kapasitas produksi melalui pembangunan fasilitas CGL 2 ini sendiri juga sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat kemandirian industri dan mendukung hilirisasi.
"Kami berharap fasilitas ini dapat beroperasi optimal, berdaya saing, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan industri dalam negeri," ucap Dodiet.
Diketahui, fasilitas ini nantinya akan memproduksi sebesar 250 ribu ton baja lapis per tahun, yang akan melengkapi total produksi PT Tata Metal Lestari sebesar 500 ribu ton baja lapis per tahun yang sebelumnya telah diproduksi di CGL 1 Cikarang, Bekasi.
BACA JUGA:Dihantam Cuaca Ekstrem, Proyek Mercusuar Kampung Nelayan Merah Putih Terancam Molor?
Dalam pengembangan fasilitas tersebut, PT Tata Metal Lestari juga akan turut menggandeng Tenova, sebuah perusahaan teknologi asal Italia, untuk memastikan penerapan teknologi terbaik yang efisien dan ramah lingkungan.
Selain memperkuat ketahanan industri nasional, kehadiran CGL 2 diharapkan memberikan multiplier effect bagi daerah, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja baru serta penggerakan ekonomi lokal di Kabupaten Purwakarta dan Provinsi Jawa Barat.





