Penulis: Irfan Sudrajat
TVRINews - Sao Paulo, Brasil
Presiden Brasil memberikan dukungan kepada Carlo Ancelotti untuk membawa Tim Samba juara Piala Dunia 2026.
Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, bertemu dengan Presiden Republik Federasi Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Senin (26/1/2026). Pertemuan tersebut menjadi hal positif karena Luiz Inacio Lula da Silva pernah mengkritik Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) yang memilih Carlo Ancelotti sebagai pelatih Tim Samba.
Pertemuan antara Carlo Ancelotti dan Luiz Inacio Lula da Silva terjadi di Palacio do Planalto, Brasilia, tempat kerja dari pemimpin pemerintahan negara Brasil tersebut. Dalam pertemuan itu hadir pula Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden CBF Samir Xaud, serta staf CBF lainnya.
Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan dukungannya kepada Carlo Ancelotti yang akan memimpin Timnas Brasil di Piala Dunia 2026 nanti. Bahkan dengan nada bercanda, Luiz Inacio Lula da Silva mengajak Carlo Ancelotti untuk menjadi pelatih Corinthians, klub idolanya.
"Menangkan Piala Dunia lalu jadilah pelatih Corinthians," kata Luiz Inacio Lula da Silva kepada Carlo Ancelotti. Luiz Inacio Lula da Silva memang dikenal sebagai salah satu fans Corinthians, klub besar yang berada di Sao Paulo, Brasil.
Sebagai politisi, Luiz Inacio Lula dan Silva merupakan figur nasionalis. Karena ini pula yang membuatnya mengkrtik penunjukan Carlo Ancelotti menjadi pelatih Timnas Brasil.
Menurut Luiz Inacio Lula ketika itu, Brasil tidak kekurangan pelatih lokal berkualitas yang juga pantas menjadi pelatih Tim Samba. Namun, kini Luiz Inacio Lula akhirnya melunak dan memberikan dukungannya kepada Carletto.
"Saya berharap Anda membawa Brasil hingga ke final dan tampil sebagai juara. Anda memiliki pemain-pemain terbaik di dunia," Luiz Inacio Lula da Silva menambahkan.
Harapan Luiz Inacio Lula da Silva juga harapan publik sepak bola Brasil tentunya. Sejak kali terakhir meraih gelar Piala Dunia pada 2002 silam, Tim Samba tidak pernah lagi meraih trofi Piala Dunia.
Langkah Timnas Brasil hanya sampai perempat final pada 2006 dan 2010. Bahkan, mereka juga gagal saat sebagai tuan rumah di Piala Dunia 2014. Sedangkan di Piala Dunia 2018 dan 2022, langkah Brasil hanya sampai perempat final.
Sulitnya Brasil meraih gelar Piala Dunia setelah 2002 itu pula yang kemudian membuat CBF mengambil pilihan mengangkat pelatih asing bagi Tim Samba.
Carlo Ancelotti resmi sebagai pelatih Timnas Brasil pada 26 Mei 2025. Sejak itu, pria berusia 66 than ini telah membawa tim ini tampil dalam 8 pertandingan dengan rapor 4 kemenangan, 2 imbang, dan mengalami 2 kekalahan.
Dari delapan laga tersebut, empat di antaranya adalah pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026, termasuk Ketika menang 1-0 atas Paraguay 10 Juni 2025, kemenangan yang memastikan Brasil lolos ke Piala Dunia 2026.
Carlo Ancelotti juga telah mengenal dengan baik sejumlah pemain Brasil, seperti Vinicius Junior yang merupakan mantan pemainnya ketika Carletto masih menangani Real Madrid.
Lebih dari itu, Carlo Ancelotti adalah pelatih yang sarat pengalaman. Ini memang pertama kalinya Carlo Ancelotti melatih tim nasional. Namun demikian, jejak kariernya sebagai pelatih ada di klub-klub besar seperti Juventus, AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, hingga Real Madrid.
Sebagai pelatih pula, Carlo Ancelotti telah memenangkan berbagai gelar seperti Liga Champions bersama AC Milan dan Real Madrid. Kontrak Carlo Ancelotti di Timnas Brasil hanya setahun namun demikian, dikabarkan bahwa CBF tengah mempersiapkan perpanjangan kontrak sang pelatih hingga Piala Dunia 2030.
Editor: Irfan Sudrajat


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5484852/original/096106100_1769487193-3be4a499-63da-4742-8de6-474b3f00f8ce.jpeg)


