Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan jembatan darurat dan alat berat untuk mempercepat pemulihan akses jalan dan jembatan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Pemalang dan Purbalingga, Jawa Tengah.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa langkah cepat ini ditujukan untuk memulihkan akses dasar masyarakat agar distribusi bantuan dan mobilitas warga tetap berjalan.
"Konektivitas adalah urat nadi aktivitas sosial dan ekonomi. Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah memastikan akses tetap terbuka agar penanganan darurat, distribusi bantuan, dan mobilitas warga dapat berjalan. Kementerian PU hadir untuk memastikan konektivitas itu segera pulih," ungkapnya.
Banjir Bandang Rusak Puluhan Jembatan dan Jalan UtamaBanjir bandang terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026, akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hari yang mengguyur wilayah barat Kabupaten Pemalang dan lereng timur Gunung Slamet.
Akibatnya, Sungai Comal dan Sungai Blambangan meluap dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, terutama jembatan dan ruas jalan utama.
Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta langsung mengirimkan personel dan peralatan berat sejak hari pertama laporan diterima.
Alat berat dan material jembatan darurat yang dikerahkan ke Pemalang meliputi 1 unit excavator PC55, 1 unit wheel loader, 1 unit crane flatbed, 1 unit crane towing, 3 unit dump truck, 1 set jembatan darurat dengan bentang 30 meter, dan 8 lembar armco.
Penanganan awal difokuskan pada pemasangan jembatan darurat dan pembukaan akses sementara agar konektivitas antardesa bisa segera tersambung kembali.
Berdasarkan pendataan, terdapat 25 jembatan terdampak di Kabupaten Pemalang, dengan rincian 13 jembatan terputus total, termasuk 3 jembatan milik Pemkab Pemalang yang merupakan akses utama masyarakat.
Beberapa jembatan terdampak di antaranya Jembatan Walim dan Beser di Desa Gunungsari, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu, 11 jembatan di Desa Penakir, serta jembatan-jembatan lain di Desa Ceklatakan, Batursari, Karangsari, Nyalambeng, dan Pulosari.
Purbalingga Tetapkan Status Tanggap BencanaSementara itu, di Kabupaten Purbalingga, BBPJN Jateng–DIY juga mengerahkan 1 unit buldozer D65 dan 2 unit dump truck untuk mendukung pemulihan jalan yang terdampak banjir dan longsor.
Tambahan 1 unit buldozer D65 dan 1 unit excavator PC200 dijadwalkan tiba hari ini untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah menetapkan status Tanggap Bencana di sejumlah desa terdampak, yaitu tiga dusun di Kecamatan Karangreja: Dusun Blambangan (Desa Kutabawa), Dusun Gunung Malang, dan Dusun Kaliurip (Desa Serang), serta Dusun Sangkanayu di Kecamatan Mrebet.
Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal dan konektivitas wilayah tetap terjaga demi mendukung pemulihan aktivitas masyarakat.



