EtIndonsia. Panggung politik dan militer Tiongkok diguncang oleh peristiwa besar yang jarang terjadi. Pada 24 Januari 2026, pemerintah Tiongkok secara tiba-tiba mengumumkan penangkapan Zhang Youxia, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (Central Military Commission/CMC), bersama Liu Zhengli, Kepala Staf Gabungan CMC, serta 17 perwira tinggi aktif lainnya.
Penangkapan ini langsung mengguncang struktur komando militer Tiongkok dan memicu spekulasi luas, baik di dalam maupun di luar negeri, mengenai krisis politik serius di tingkat elite Partai Komunis Tiongkok (PKT).
Laporan Wall Street Journal: Tuduhan yang Mengguncang Dunia
Sehari setelah penangkapan tersebut, pada 25 Januari 2026, media Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ) menerbitkan laporan eksklusif yang mengungkap isi sebuah rapat pengarahan internal di Tiongkok yang berlangsung pada hari Sabtu sebelumnya.
Dalam rapat tersebut, disebutkan bahwa:
- Zhang Youxia diduga menerima suap besar-besaran saat berperan dalam pengangkatan Li Shangfu sebagai Menteri Pertahanan.
- Tuduhan yang jauh lebih serius muncul: Zhang Youxia dituduh membocorkan rahasia senjata nuklir Tiongkok kepada Amerika Serikat, sehingga dikategorikan sebagai kejahatan bersekongkol dengan kekuatan asing.
Meski WSJ dikenal memiliki kredibilitas tinggi, laporan ini tetap harus dibaca dengan sangat hati-hati, mengingat sensitivitas ekstrem isu politik dan keamanan internal PKT.
Sekutu Lama Xi Jinping, Kini Musuh?
Pertanyaan besar pun muncul: Apakah Zhang Youxia benar-benar mata-mata Amerika Serikat?
Secara historis, Zhang Youxia justru dikenal sebagai sekutu militer paling tepercaya Presiden Xi Jinping. Hubungan keduanya berakar jauh ke masa awal perjuangan PKT. Ayah Xi Jinping, Xi Zhongxun, dan ayah Zhang Youxia, Zhang Zongxun, adalah rekan seperjuangan dekat—yang satu menjabat sebagai komandan militer, sementara yang lain sebagai komisaris politik.
Setelah Xi Jinping berkuasa, Zhang Youxia menjadi pilar penting dalam konsolidasi kekuasaan Xi di tubuh militer dan mendukungnya selama lebih dari satu dekade. Hingga sebelum Kongres Nasional PKT ke-20, tidak tampak adanya retakan terbuka di antara keduanya.
Akar Konflik: Skandal Pasukan Roket 2023
Retakan pertama yang nyata justru muncul pasca-kongres, melalui kasus besar Pasukan Roket PLA pada 2023. Dalam penyelidikan tersebut:
- Wei Fenghe dan Li Shangfu, dua mantan Menteri Pertahanan, dijerat kasus korupsi besar-besaran.
- Keduanya sebelumnya bertugas di Departemen Peralatan Umum, di mana Zhang Youxia adalah atasan langsung mereka hingga tahun 2017.
Militer Tiongkok secara terbuka menyatakan bahwa penyelidikan ditarik mundur hingga tahun 2017—sebuah sinyal yang secara halus namun tegas mengarah langsung ke Zhang Youxia.
Pesan Xi Jinping saat itu dianggap sangat jelas: “Saya sudah menangkap orang-orang kepercayaan lama Anda.”
Sejumlah analis menilai bahwa bukti korupsi terhadap Zhang Youxia sebenarnya telah berada di tangan Xi sejak 2023, namun sengaja ditahan—seperti pedang yang digantung di leher, menunggu waktu dijatuhkan.
Mengapa Bertindak Sekarang?
Dua detail penting dari laporan WSJ menguatkan dugaan ini:
Pertama, tuduhan suap terhadap Zhang Youxia diumumkan hanya beberapa hari setelah penangkapan. Ini sangat tidak lazim, mengingat kasus pejabat militer setingkat ini biasanya membutuhkan berbulan-bulan penyelidikan. Sebagai perbandingan, kasus Wei Fenghe dan Li Shangfu memakan waktu lebih dari enam bulan sebelum diumumkan secara resmi.
Kedua, Xi Jinping dilaporkan telah mengirim tim investigasi khusus ke Shenyang, untuk menyelidiki masa jabatan Zhang Youxia sebagai Komandan Wilayah Militer Shenyang (2007–2012). Para penyelidik bahkan tidak tinggal di fasilitas militer, melainkan di hotel, sementara perangkat komunikasi sejumlah jenderal yang memiliki hubungan dekat dengan Zhang dan Liu disita.
Hal ini menunjukkan bahwa periode Shenyang belum pernah diselidiki secara tuntas sebelumnya, dan kini menjadi fokus utama.
Bahasa Xinhua: Isyarat Kudeta?
Pernyataan resmi Xinhua pada 24 Januari 2026 menggunakan bahasa yang sangat keras, antara lain menyebut:
“Secara serius merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer, melemahkan kepemimpinan mutlak partai atas militer, membahayakan fondasi kekuasaan partai, dan mengguncang persatuan ideologis seluruh tentara.”
Dalam struktur PKT:
- Ketua Komisi Militer = Xi Jinping
- Pusat Partai = Xi Jinping
Artinya, Zhang Youxia dan Liu Zhengli dituduh secara langsung menantang otoritas Xi Jinping, membuka kemungkinan dugaan upaya kudeta atau ancaman kudeta internal.
Rangkaian Besar: 2023–2026
Banyak pengamat menilai kasus ini sebagai bagian dari rangkaian panjang:
- 2023: Skandal Pasukan Roket — awal konflik
- 2025: Kejatuhan sembilan jenderal, termasuk Miao Hua dan He Weidong, tokoh dekat Xi
- 2026: Penangkapan Zhang Youxia — babak penentuan
Rumor sepanjang tahun 2025—meski belum terkonfirmasi—menyebutkan bahwa Xi Jinping sempat mengalami gangguan kesehatan serius, menciptakan kekosongan kekuasaan sementara yang diduga dimanfaatkan untuk manuver internal.
Bukan Amerika, Tapi Politik Hidup dan Mati
Tuduhan “bersekongkol dengan kekuatan asing” bukanlah hal baru dalam sejarah PKT. Tokoh-tokoh seperti Peng Dehuai di masa lalu pernah dijatuhkan dengan tuduhan serupa tanpa bukti transparan.
Secara logika, banyak analis meragukan bahwa Zhang Youxia benar-benar menjual rahasia nuklir ke Amerika Serikat. Tuduhan tersebut dinilai lebih sebagai alat politik untuk menghancurkan lawan.
Kesimpulan yang paling banyak dipegang para pengamat:
Kasus Zhang Youxia bukan tentang Amerika, bukan semata korupsi, melainkan pertarungan kekuasaan hidup dan mati di jantung PKT.
Ke Depan: Pembersihan Besar-besaran
Penangkapan Zhang Youxia diperkirakan belum menjadi akhir. Militer Tiongkok sangat mungkin akan memasuki fase pembersihan besar-besaran, dengan semakin banyak jenderal berpotensi tumbang.
Dunia kini menunggu: siapa berikutnya?



:strip_icc()/kly-media-production/medias/3339175/original/029464200_1609674164-Logo_PSSI_dan_Timnas.jpg)

