Potret Rumah Pedagang Es Gabus yang Dituduh Pakai Spons, Atap Ambruk dan Penuh Puing

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Pedagang es gabus bernama Suderajat (49) menjadi sorotan publik usai dituduh barang dagangannya mengandung spons oleh aparat polisi dan TNI di Kemayoran, Jakarta Pusat.

Terbaru, Bhabinkamtibmas Aiptu Ikhwan Mulyadi dan Babinsa Serda Heri Purnomo mendatangi kediaman Suderajat untuk mengungkapkan permohonan maaf, Selasa (27/1/2026) malam.

Di luar itu, kondisi rumah Suderajat di Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, terlihat adanya aktivitas pembongkaran atau renovasi di bagian atap.

Baca juga: Duduk Perkara Pedagang Es Gabus Kemayoran yang Berujung Kekerasan dan Trauma Berjualan

Pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu (27/1/2026), terlihat tumpukan bahan material, asbes, semen, pasir, dan baja ringan disusun di area teras rumah.

Tembok rumah bagian depan lapuk, terlihat dari beberapa sisinya yang mengelupas dan menunjukkan serat kayu.

Di ruang utama dan kamar, dinding rumah terlihat kotor dan sebagian cat temboknya retak bahkan mengelupas. Beberapa sisi juga menunjukkan jejak lembab berupa jamur.

Selain itu, plafon yang berbahan papan kayu juga sudah tidak menempel dan tampak menjuntai di langit-langit rumah.

Tepat di bagian dapur dan salah satu ruang kamar, plafon sudah ambruk hingga mengakibatkan kasur milik mereka tertimpa dan tak bisa digunakan kembali.

KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Kondisi rumah Suderajat (49), pedagang es gabus yang sempat dituduh aparat polisi dan TNI, di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (28/1/2026).

Di tengah-tengah bangunan ini, beberapa warga setempat bergotong-royong memperbaiki atap rumah Suderajat.

Mereka terlihat sibuk mengaduk semen, memasang asbes, dan merapikan puing-puing sisa atap ambruk.

Baca juga: Polres Jakpus Bakal Bina Anggotanya Usai Fitnah-Aniaya Pedagang Es Gabus

Ketua RT setempat bernama Anan menceritakan, aktivitas renovasi sudah dilakukan sejak Senin (26/1/2026) melalui bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Pemerintah Kabupaten Bogor tahun 2025.

Rumah Suderajat tercatat sebagai salah satu penerima bantuan RTLH dengan besaran anggaran Rp 20 juta untuk memperbaiki atap.

“Bantuannya Rp 20 juta sudah termasuk tukang. Itu untuk atap dan ganti kusen,” ungkap Anan saat ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu.

Ditargetkan, renovasi bisa selesai dalam empat hari lagi. Hal ini disampaikan mengingat kondisi rumah Suderajat yang sudah tergolong kondisi parah.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Anan menyebut, rumah Suderajat sudah mengalami kerusakan sejak satu tahun lalu.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Mampukah Lamouchi Ulangi Sihir Regragui?
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Konflik Saham Blue Bird Memanas, Tante Indra Priawan Sentil Gaya Hidup Mewah Nikita Willy
• 30 menit lalugrid.id
thumb
Alcaraz melenggang mulus ke semifinal Australian Open
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Komdigi Wajibkan Registrasi Kartu SIM dengan Biometrik untuk Tekan Penipuan Online
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
IHSG Anjlok 8 Persen, BEI Aktifkan Trading Halt Selama 30 Menit
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.