Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menyerahkan alat-alat kebugaran dan sport science ke Markas Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (28/1/2026).
Gunawan Suswantoro Sekretaris Kemenpora mengatakan, pemberian peralatan berbasis science itu untuk menunjang prestasi cabang olahraga bulu tangkis di Olimpiade 2028. Tagetnya, cabor bulu tangkis bisa mengembalikan tradisi emas pada pesta olahraga dunia tersebut.
“Peralatan gymnasium yang diberikan kepada PBSI kami harap bisa maksimal digunakan oleh para atlet dan pengurus yang ada di PBSI. Pesan Pak Menteri dan Pak Presiden adalah 2028 kita harus berprestasi dengan mencapai emas. Itu harapannya,” kata Gunawan mengutip laman Kemenpora.
Menurut Gunawan, Prabowo Subianto Presiden memasukkan bulu tangkis ke dalam daftar cabor prioritas meraih medali.
“Pemerintah konsisten memberi dukungan kepada PBSI dan cabor-cabor prioritas lainnya. PBSI ini sangat potensial mencapai Olimpiade. Kami konsisten memberi bantuan sarana dan prasarana,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Fadil Imran Ketua Umum PBSI bakal mengoptimalisasi penggunaan alat-alat tersebut untuk jangka panjang.
“Ini untuk pembinaan jangka panjang bagi atlet. Kami ingin melakukan pendekatan sport sciences, seluruh alat bantuan ini akan kami kelola sesuai dengan keperluan yang berlaku. Setiap dukungan yang diberi negara benar-benar untuk kualitas dan daya saing Indonesia,” tegasnya.
Dia menambahkan, Kemenpora memberi bantuan Rp7,96 miliar untuk alat-alat gym seperti dumbell, sepeda, dan alat-alat olahraga penunjang lainnya. Bantuan senilai Rp2,4 miliar digunakan untuk catapult dan cardio untuk memungkinkan pemantauan atlet berbasis data sport sciences.
Catapult adalah teknologi sport science yang terkoneksi dengan Global Positioning System (GPS) atau satelit. Alat tersebut membantu mengumpulkan informasi terkait proses latihan dan hasilnya.
“Kami memandang PBSI sebagai fondasi penting yaitu tradisi dan prestasi bulu tangkis Indonesia yang mampu berprestasi secara keberlanjutan termasuk Olimpiade Los Angeles 2028,” kata Fadil.(lea/rid)



