Dokter Spesialis: GERD Tidak Menyebabkan Serangan Jantung

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Riwayat penyakit yang diungkap Lula Lahfah memunculkan berbagai spekulasi di kalangan warganet yang mengaitkan GERD dengan kemungkinan kematian mendadak. Dokter Spesialis Jantung, Vito Damay menegaskan bahwa GERD tidak menyebabkan henti jantung maupun serangan jantung.

“GERD sendiri secara keilmuan tidak menyebabkan henti jantung, dan GERD sendiri tidak menyebabkan serangan jantung.” kata Dokter Spesialis Jantung, dr. Vito Damay, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Rabu, 28 Januari 2026.

Kabar meninggalnya selebgram Lula Lahfah di sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026, mengejutkan publik.

Sebelum meninggal dunia, Lula diketahui memiliki riwayat penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Informasi tersebut pernah ia sampaikan melalui kolom komentar di media sosial saat tengah menjalani perawatan akibat sejumlah penyakit.

“Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, GERD,” tulis Lula, yang dikutip Minggu, 25 Januari 2026.

Riwayat GERD yang diungkap Lula pun menarik perhatian publik. Banyak warganet mempertanyakan seberapa serius dampak penyakit tersebut, terutama jika tidak ditangani dengan baik.
  Baca juga: GERD Kambuh Mendadak? Ini Langkah Cepat yang Perlu Dilakukan-Tips Kesehatan

Dokter Spesialis Jantung, Vito Damay mengatakan, bahwa secara keilmuan GERD tidak menyebabkan henti jantung maupun serangan jantung. Ia mengatakan, penyakit GERD dan serangan jantung merupakan masalah yang berbeda. 

“Ini dua masalah yang berbeda,” ucapnya.

Ia menjelaskan, GERD berkaitan dengan masalah pencernaan dan lambung, sementara serangan jantung berkaitan dengan sumbatan di bembuluh darah jantung. Dua hal tersebut menurut dr. Vito Damay adalah hal yang perlu dimengerti agar tidak menimbulkan overthinking.

“GERD ini masalah pencernaan dan lambung, lalu serangan jantung ini berkaitan dengan sumbatan di pembuluh darah jantung.” jelasnya.

“Dua hal ini menurut saya hal yang perlu dimengerti dengan betul-betul, agar orang yang GERD tidak menjadi anxiety atau overthinking, namun juga orang yang memang mengalami serangan jantung dengan gejala yang mirip GERD tidak hanya denial ataupun malah anggap enteng,” ungkapnya. 

Dr. Vito menyarankan, perlunya melakukan pemeriksaan ke dokter jika memang merasa tubuh sudah tidak terasa nyaman, terlebih yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.

“Kalau kita ragu dan memang kita punya keluhan serangan jantung, seperti keringet dingin, lengan kiri baal, sesak napas, atau dadanya rasa tertekan, apalagi punya faktor risiko memang sebaiknya segera ke rumah sakit.” ucap dr. Vito.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polda Metro Jaya Minta Maaf soal Kasus Pedagang Es Gabus di Kemayoran
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Reaksi Keras Publik Belanda Usai Ajax Selangkah Lagi Gaet Maarten Paes: Hentikan! Dia Bukan Kiper Top
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Sempat Terkendala Izin, Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Bakal Rampung dalam 3 Bulan
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Ada Reshuffle Kabinet Prabowo, Pelantikan Pukul 13.00 WIB
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Perbaikan Jalan Berlubang Pascabanjir Diminta Tak Menunggu Laporan
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.