BMKG Bantah Narasi OMC Jadi Pemicu Cuaca Tidak Stabil, Tegaskan untuk Mitigasi Bencana

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Dalam upaya mitigasi bencana, Badan Meteorologi, Klimatologi, da Geofisika (BMKG) gelar operasi modifikasi cuaca (OMC).

BMG menegaskan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan di Indonesia merupakan bagian dari mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

Langkah ini diambil sebagai respon cepat terhadap penurunan daya dukung lingkungan dan meningkatnya ancaman terhadap perubahan iklim.

Belum lama ini beredar narasi di media sosial bahwa OMC memicuu risiko bencana lain seperti membuat kondisi cuaca tidak stabil serta membentuk cold poll (kolam dingin).

Tak hanya itu, narasi lain juga menyebut kegiatan ini merupakan bentuk memindahkan atau menumpuk air di wilayah tertentu sehingga membuat banjir besar.

BACA JUGA:Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan Jawa Timur Hari Ini, BMKG Ungkap Ada Aktivitas Deformasi Lempeng

Dengan demikian, BMKG menegaskan bahwah cold poll adalah fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami.

Fenomena itu muncul saat air hujan menguap di bawah awan badai, mendinginkan udara dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan.

Hal ini sama saja setiap kali terjadi hujan secara alami tanpa campur tangan manusia, maka cold poll juga akan terbentuk secara alami.

Oleh karena itu, mengaitkan fenomena ini sebagai dampak bahaya dari OMC adalag kekeliruan sains.

Perlu diketahui, OMC dengan teknik penyamaian awan (cold seeding) tidak menumbuhkan awan baru dan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.

BACA JUGA:Pemprov Jabar dan BMKG Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Antisipasi Cuaca Ekstrem Hingga 29 Januari 2026

Lebih lanjut, BMKG menegaskan implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan memberikan perlindungan terhadap masyarakat bukan sebagai pemicu cuaca yang tidak stabil.

Jika OMC berhasil mempercepat turunnya hujan secara logis akan membentuk cold pool yang identik secara fisik maupun kimiawi dengan cold pool dari hujan alami.

Dari skala energi pun, tidak bisa dibenarkan. Ditinjau dari skala energi, teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bela Teman yang Hendak Di-bully, Pelajar SMK di Anyer Tewas Ditusuk
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono bakal Tertibkan Angkot Ngetem hingga Penjualan Tramadol di Tanah Abang
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IMS-J Gelar Perayaan Natal Bersama dan Latihan Dasar Kepemimpinan
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Saham ANTM, AMMN, BRMS Cs Dibanting MSCI Meski Harga Emas Rekor US$5.200
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
11 RT di Jakarta Kebanjiran, Rabu (28/1) Petang
• 2 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.