Saham ANTM, AMMN, BRMS Cs Dibanting MSCI Meski Harga Emas Rekor US$5.200

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA —Saham emiten-emiten emas kehilangan momentum rekor baru harga emas global US$5.200 karena terpapar sentimen negatif dari pengumuman MSCI terhadap pasar saham Indonesia. 

Seperti diberitakan Bisnis, indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di level 8.321 setelah ambruk 7,34% pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Rabu (27/1/2026). IHSG sepanjang perdagangan seri I hari ini bergerak di rentang 8.269 hingga 8.980. 

IHSG ditekan oleh sentimen negatif yang berasal dari keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) atas hasil konsultasi terkait ketentuan free float saham Indonesia. Dalam pengumuman Rabu (27/1/2026), MSCI memutuskan untuk melakukan pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

MSCI menjelaskan bahwa perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan perbaikan transparansi. 

Goncangan pasar saham akibat sentimen MSCI meredam katalis positif saham emas dari rekor harga logam mulia itu. Padahal, harga emas pada hari ini mencetak rekor baru dan menembus level di atas US$5.200 per ons, melanjutkan reli tajam yang didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta beralihnya investor dari obligasi dan mata uang safe haven.

Baca Juga : Saham DSSA, BUVA, RAJA Paling Boncos ARB 15% Saat IHSG Jeblok Hari Ini (28/1)

Melansir Bloomberg pada Rabu (28/1/2026), harga emas sempat menguat 0,4% hingga menyentuh level US$5.202,51 per ons sebelum memangkas kenaikannya ke level US$5.190,17 per ons. Reli harga logam mulia ini melanjutkan lonjakan 3,4% pada sesi sebelumnya yang merupakan kenaikan harian terbesar sejak April. 

Akibatnya, saham emiten-emiten emas kehilangan momentum apresiasi harga. Di lantai bursa, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) memimpin pelemahan karena mengalami longsor 14,67% ke level Rp1.105 per saham hingga akhir sesi I hari ini. 

Di belakang BRMS, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) amblas 10,9% ke level Rp6.950 dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) jeblok 5,21% ke level Rp4.370. 

Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) juga turun 1,79% ke level Rp6.875 kompak dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang melemah 4,98% ke level Rp3.050. Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 3,32% ke level Rp2.330,  PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) merosot 4,8% ke level Rp595, dan saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) turun 3,75% ke level Rp1.910. 

Baca Juga : BEI Respons Pengumuman MSCI, Tegaskan Komitmen Perkuat Transparansi Pasar

Sebelumnya, Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menjelaskan bahwa kenaikan harga emas menjadi sentimen positif bagi emiten yang telah beroperasi penuh dan memiliki struktur biaya produksi yang efisien. 

Sejumlah nama seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) diprediksi menjadi penerima manfaat utama dari tren kenaikan tersebut.

“Secara fundamental, tren ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual rata-rata [average selling price/ASP] secara signifikan,” ujar Miftahul kepada Bisnis.

Dia menambahkan dalam beberapa kasus, hal tersebut juga dapat memperbaiki volume transaksi jika permintaan emas fisik dan kontrak offtake tetap kuat.

Di samping itu, dengan asumsi harga emas tetap bertahan di level tinggi, perolehan laba bersih emiten emas pada tahun ini disebut memiliki peluang untuk melampaui proyeksi awal 2026. Kenaikan ASP juga akan memberikan kontribusi pada lini atas dan bawah laporan keuangan emiten.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
India Buka Keran untuk Mobil Impor Secara Gila-Gilaan, Potongan Pajak dari 110 Persen Menjadi 10 Persen!
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Legislator Senayan Apresiasi Hilirisasi Bauksit yang Buka 14.700 Lapangan Kerja Baru
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Momen Bhabinkamtibmas-Babinsa Minta Maaf ke Suderajat Tukang Es Gabus
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Anak Diasuh Keluarga hingga ART, Realitas Pengasuhan di Balik Ibu yang Tetap Bekerja
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Ahok Minta Jaksa Berani Periksa Jokowi dalam Kasus Pertamina
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.