JAKARTA – Iran telah memperingatkan bahwa negara-negara tetangganya akan dianggap musuh jika wilayah mereka digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam. Peringatan ini disampaikan menyusul kedatangan kelompok kapal induk Amerika Serikat (AS) di perairan Timur Tengah.
Seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyampaikan pernyataan tersebut pada Selasa (27/1/2026), di tengah meningkatnya ketegangan regional.
"Negara-negara tetangga adalah teman kita, tetapi jika tanah, langit, atau perairan mereka digunakan untuk melawan Iran, mereka akan dianggap musuh," kata Mohammad Akbarzadeh, wakil politik pasukan angkatan laut IRGC, seperti dikutip kantor berita Fars.
Armada baru sedang bergerak
Peringatan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "armada" AS lainnya sedang bergerak menuju Iran, dan menyatakan harapan bahwa Teheran akan menyetujui kesepakatan dengan Washington.
"Ada armada indah lainnya yang berlayar dengan indah menuju Iran saat ini," kata Trump dalam pidatonya pada Selasa, sebagaimana dilansir TRT World.


