Grid.ID - Perayaan Imlek 2026 kembali identik dengan kehadiran kue keranjang sebagai simbol kemakmuran dan keberuntungan. Penganan khas yang hanya diproduksi setahun sekali ini selalu hadir di meja persembahan maupun sebagai hantaran keluarga.
Kue keranjang dikenal memiliki rasa manis legit dengan tekstur lengket khas dari campuran gula merah dan tepung ketan. Namun, tidak sedikit orang yang justru bingung bagaimana cara menikmati kue keranjang agar tetap lezat.
Apalagi, kue ini umumnya baru disantap beberapa hari setelah perayaan Imlek. Oleh karena itu, memahami cara makan kue keranjang yang enak menjadi penting menjelang Imlek 2026.
Makna Kue Keranjang dalam Tradisi Imlek
Kue keranjang merupakan salah satu penganan yang menjadi ciri khas perayaan Imlek 2026. Mengutip Kompas.com, kue ini sering disebut sebagai kue berkah atau kue keberuntungan karena melambangkan kemakmuran dan rezeki yang terus meningkat. Di tempat penjualan, kue keranjang biasanya disusun bertumpuk dan mengerucut ke atas, melambangkan rezeki yang menjulang tinggi.
Secara tradisi, kue keranjang tidak langsung dimakan pada hari raya Imlek. Kue tersebut merupakan bagian dari persembahan, sehingga minimal baru dikonsumsi sekitar satu minggu setelah Imlek 2026. Menariknya, kue keranjang bisa bertahan hingga lima sampai enam bulan jika disimpan dengan baik, meski teksturnya akan semakin keras seiring waktu.
Meski memiliki makna filosofis yang dalam, kue keranjang sering menjadi tantangan tersendiri saat disantap. Setelah disimpan beberapa waktu, kue berbahan dasar gula merah dan tepung ketan ini menjadi keras dan sulit dipotong. Tak jarang, penerima hantaran kue keranjang justru kebingungan bagaimana cara mengolahnya agar tetap enak.
Padahal, ada berbagai cara sederhana untuk mengolah kue keranjang agar lebih nikmat saat Imlek 2026. Beragam metode ini juga telah dibagikan oleh pelaku usaha dan pembuat kue keranjang dari berbagai daerah.
Dikukus dengan Daun Pisang
Salah satu cara paling sederhana menikmati kue keranjang saat Imlek 2026 adalah dengan mengukusnya. Jika kue keranjang dibungkus daun pisang, lepaskan pembungkusnya terlebih dahulu. Setelah itu, kukus kue keranjang di dalam dandang selama 10–15 menit hingga teksturnya kembali lembut.
Kue keranjang kukus bisa langsung disajikan atau ditambahkan kelapa muda parut agar rasanya semakin gurih. Cara ini cocok bagi penikmat rasa asli kue keranjang tanpa tambahan bahan berlebihan.
Digoreng dengan Balutan Telur atau Tepung
Cara lain yang populer saat Imlek 2026 adalah menggoreng kue keranjang. Siapkan telur, garam, dan tepung terigu, lalu campur dengan air secukupnya. Panaskan minyak di wajan, potong kue keranjang sesuai selera, kemudian celupkan ke dalam adonan sebelum digoreng hingga kecokelatan.
Bagi yang menyukai rasa lebih gurih, kue keranjang juga bisa digoreng hanya dengan balutan kocokan telur dan garam tanpa tepung terigu. Tekstur renyah di luar dan legit di dalam membuat cara ini menjadi favorit banyak orang.
Dikukus dengan Santan
Alternatif lain menikmati kue keranjang di momen Imlek 2026 adalah dengan tambahan santan. Kue keranjang dikukus terlebih dahulu hingga lunak, lalu dipotong-potong. Setelah itu, tambahkan santan dan bungkus menggunakan daun pisang yang telah dijemur agar lemas.
Kukus kembali bungkusan tersebut sebentar sebelum disajikan. Perpaduan manis kue keranjang dan gurih santan menghasilkan rasa yang lebih kaya dan berbeda.
Langsung Dimakan dengan Teh Tawar
Pembuat kue keranjang asal Kota Tegal, Mindayani Wirjono (77), membagikan tips menikmati kue keranjang agar terasa lebih nikmat. Menurutnya, kue keranjang yang paling enak disantap adalah saat teksturnya sudah cukup keras, sekitar 10 hari setelah dibuat.
“Kalau belum keras, biasanya lengket di pisau,” ujarnya dikutip dari Tribun Jateng, Rabu (28/1/2026). Kue keranjang yang sudah dipotong-potong bisa langsung dimakan dengan sandingan teh tawar. Karena rasanya sudah sangat manis, teh tawar dinilai paling cocok untuk menyeimbangkan rasa.
Jenis dan Harga Kue Keranjang
Mindayani menyebut bahwa kue keranjang dibagi dua jenis, yakni untuk dijual di toko dan untuk keperluan sembahyang. Kue keranjang untuk ritual biasanya disusun berdasarkan ukuran dari besar ke kecil sebagai simbol keberkahan, sebuah tradisi yang masih dijaga hingga Imlek 2026.
Menjelang Imlek 2026, kue keranjang dijual di berbagai tempat, mulai dari pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan. Pengrajin kue keranjang banyak ditemukan di Tangerang, Kota Tua, hingga Mangga Dua. Beberapa mal seperti Mal Ciputra, Mal Kelapa Gading, dan Mal Puri Indah juga menyediakan kue keranjang, meski umumnya dilapisi plastik, bukan daun pisang.
Harga kue keranjang bervariasi tergantung berat dan rasa. Kue keranjang rasa orisinal menjadi yang paling digemari karena harganya lebih terjangkau. Selain rasa original, tersedia pula varian pandan, cokelat, stroberi, dan vanila dengan harga sedikit lebih mahal.
Dengan berbagai cara pengolahan tersebut, kue keranjang tidak lagi menjadi penganan yang membosankan saat Imlek 2026. Mulai dari dikukus, digoreng, hingga dipadukan dengan santan, semuanya dapat disesuaikan dengan selera. Di balik rasa manisnya, kue keranjang tetap menyimpan makna kebersamaan dan harapan akan rezeki yang berlimpah di tahun baru Imlek 2026. (*)
Artikel Asli



