Terungkap! Ini Alasan Damkar Sulit Padamkan Kebakaran di Pabrik Swallow Medan

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MEDAN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Medan mengakui kesulitan memadamkan kobaran api yang melalap gudang pabrik milik PT Garuda Mas di Jalan Yos Sudarso Kecamatan Medan Deli Kelurahan Tanjung Mulia sejak Selasa (27/1/2026) malam.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disdamkarmat Medan Wandro Malau menyebut unit pemadam gabungan telah berjibaku memadamkan api sejak Selasa malam pukul 22.00 WIB hingga Rabu (28/1/2026) sore.

Meski tak lagi berkobar seperti awal mula kejadian, Wandro menyebut masih ada titik-titik api di dalam gudang.

"Pabrik ini mengolah karet menjadi sandal. Bahan ini bahan yang amat sangat mudah terbakar. Jadi pemadamannya sangat susah karena yang terbakar sudah meluas areanya, ditambah lagi dengan bahan yang terbakar ini adalah rubber," ujar Wandro, Rabu (28/1/2026).

Dia mengatakan Disdamkarmat Medan telah menurunkan kurang lebih 20 unit armada untuk memadamkan api yang hingga Rabu pagi telah melalap dua gudang besar sandal Swallow ini.

Kobaran api yang cepat membesar dan kekhawatiran merembet ke kawasan lain di sekitar gudang termasuk permukiman masyarakat membuat tim bekerja ekstra. Sejak Selasa malam tim hilir mudik melakukan pengisian air untuk memadamkan api.

Baca Juga

  • Kebakaran Pabrik Swallow 12 Jam di Medan, Masih Belum Padam

Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran bantuan pun berdatangan dari Pemerintah Provinsi Sumut, Pemerintah Kota Binjai, Pemkab Deli Serdang, dan dari pihak swasta. Termasuk bantuan water canon dari rantis Brimob Polda Sumut dan Polrestabes Belawan.

Namun, hingga Rabu sore pukul 15.30 WIB, tim dikabarkan masih dalam proses pemadaman api.

"Dapat dikatakan sudah 95% padam. Tapi kami harus memastikan ini benar-benar padam karena kalau masih ada, apinya bisa cepat besar kembali," ujarnya.

Selain memadamkan api, Wandro menyebut tim gabungan bersama pihak pabrik sejak pagi berupaya memindahkan barang-barang yang belum terbakar ke tempat yang lebih aman. Hal ini mengingat karet yang mudah meleleh terkena panas dan memunculkan titik panas baru.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 10.00 pagi tadi, pemilik juga sudah mengevakuasi barang-barang berbahan rubber lain yang belum terbakar, termasuk tiga unit mobil kontainer yang disebut berisi sandal Swallow hasil produksi.

"Model pemadaman kami untuk saat ini yakni menghambat agar api tidak lagi menjalar. Karena suplai air juga jauh akibat hydrant di pabrik tidak bisa kami jangkau. Dan ini bahan rubber yang sangat mudah terbakar. Prinsip kami mengupayakan agar tak ada lagi area kebakaran baru," jelas dia.

Belum ada informasi resmi terkait penyebab kebakaran di pabrik sandal Swallow milik PT Garuda Mas ini. Wandro menyebut penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Informasi dari pemilik, lanjutnya, gudang tiga pintu ini memiliki luas hampir tiga hektare.

1769600573_21a1f6dc-378f-40e9-9af2-3015bfe4a257.

1769600574_03359863-271a-433a-bb98-4c6e79651b30.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Relokasi Warga Terdampak Normalisasi Kali Ciliwung Cawang Dimulai
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Swasembada Energi, Bahlil Ungkap Rencana Penggunaan Tenaga Nuklir
• 20 jam laludisway.id
thumb
Gandeng WEF, Indonesia Siap Jadi Pusat Ekonomi Kelautan Dunia di OIS 2026
• 18 jam lalumatamata.com
thumb
Andre Rosiade: Pemko Padang Lamban Tangani Krisis Air, Pusat Siap Bangun 500 Sumur Bor
• 21 jam laludetik.com
thumb
Terima Kunjungan KPID Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Sinergi Penyiaran Sambut Kick Off Piala Dunia 2026
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.