Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer telah tiba di Beijing untuk menemui Presiden China Xi Jinping. Pertemuan itu untuk mempererat hubungan keduanya yang telah lama tegang.
Dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/1/2026), ini merupakan kunjungan pertama perdana menteri Inggris ke China sejak 2018 dan menyusul serangkaian kunjungan pemimpin Barat yang mendekati Beijing dalam beberapa pekan terakhir, yang mengalihkan perhatian dari Amerika Serikat yang mudah berubah-ubah.
Starmer juga akan bertemu dengan Perdana Menteri Sanae Takaichi di Jepang. Kunjungan tersebut dipuji oleh Downing Street sebagai kesempatan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi sekaligus mengangkat isu-isu pelik seperti keamanan nasional dan hak asasi manusia.
Starmer akan bertemu dengan Xi untuk makan siang pada Kamis (28/1) diikuti oleh pertemuan dengan Perdana Menteri Li Qiang. Pemimpin Inggris itu mengatakan bahwa kunjungan ke China ini akan menjadi perjalanan yang penting bagi Inggris.
"Akan menjadi perjalanan yang sangat penting bagi kami," ujarnya.
Starmer mengatakan ada peluang untuk memperdalam hubungan bilateral dengan China.
"Tidak masuk akal untuk mengubur kepala kita di pasir ketika menyangkut China, adalah kepentingan kita untuk terlibat dan tidak berkompromi pada keamanan nasional," tambahnya.
China, di pihak lain, "bersedia menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan saling kepercayaan politik", juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun menegaskan kembali pada hari Rabu selama konferensi pers.
(whn/eva)





