Soal Prestise, Level Maarten Paes Terlalu Tinggi untuk Persib Bandung: Terbiasa Menghadapi Messi, Kini Membidik Liga Champions bersama Ajax Amsterdam

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BANDUNG — Ambisi Persib Bandung untuk memboyong penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, pada akhirnya harus berhenti di hadapan realitas paling telanjang dalam sepak bola modern: soal level dan prestise. Ketika Persib masih berjuang membangun dominasi regional, Paes justru melangkah ke panggung yang sama sekali berbeda—Ajax Amsterdam.

Klub raksasa Eredivisie itu kini selangkah lagi meresmikan transfer permanen Maarten Paes dari FC Dallas. Mengutip jurnalis transfer internasional Fabrizio Romano, kiper berusia 29 tahun tersebut akan dikontrak hingga Juni 2029.

“Ajax menyepakati kesepakatan untuk mendatangkan Maarten Paes dari FC Dallas, transfer permanen. Kontrak hingga 2029. Tes medis akan dilakukan setelah dokumen dirampungkan oleh agen SEG, Boy Kuijpers,” tulis Romano melalui akun X miliknya.

Kabar ini sekaligus memastikan pupusnya harapan Persib Bandung, yang sebelumnya sempat dikaitkan dengan Paes dalam upaya mendatangkan penjaga gawang berkelas internasional.

Jurang Prestise yang Terlalu Jauh

Secara kualitas dan pengalaman, Maarten Paes memang berada di level yang sulit dijangkau klub Liga Indonesia. Ia bukan sekadar kiper Timnas Indonesia, tetapi juga penjaga gawang yang terbiasa berhadapan dengan pemain kelas dunia di MLS, termasuk Lionel Messi bersama Inter Miami.

Di titik ini, wacana Paes merapat ke Persib lebih tampak sebagai romantisme nasionalisme, ketimbang kalkulasi karier yang realistis. Ketika Ajax datang membawa tawaran Liga Champions, perbandingannya menjadi timpang.

Bahkan di Eropa sendiri, Paes sempat diminati Feyenoord Rotterdam. Namun Ajax tetap menjadi pilihan utama—klub dengan sejarah, ekspektasi, dan panggung yang jauh lebih besar.

Persaingan Kiper, Tapi Peluang Terbuka Lebar

Di Ajax, Paes memang tidak langsung dilabeli kiper utama. Saat ini, posisi penjaga gawang nomor satu ditempati Vitezslav Jaros, kiper pinjaman dari Liverpool. Sementara Remko Pasveer berperan sebagai pelapis berpengalaman.

Namun situasi tersebut bersifat sementara. Jaros akan kembali ke Liverpool setelah masa peminjaman berakhir, sementara Pasveer disebut akan pensiun di akhir musim. Artinya, jalan Paes menuju status kiper utama Ajax terbuka lebar—sebuah prospek yang nyaris mustahil ditawarkan Persib.

Membidik Sejarah Liga Champions

Lebih dari sekadar transfer, Ajax membuka peluang Maarten Paes mencatatkan sejarah besar: menjadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions Eropa.

Memang, pada musim 2025/2026 ini Ajax berada di ambang tersingkir—menempati posisi ke-32 klasemen fase liga dengan enam poin dan menyisakan satu laga. Namun jika Ajax kembali lolos ke Liga Champions musim berikutnya dan Paes menjadi pilihan utama, sejarah itu tinggal menunggu waktu.

Aroma Indonesia Menguat di Amsterdam

Kepindahan Paes juga mempertebal nuansa Indonesia di tubuh Ajax. Denny Landzaat, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, telah lebih dulu bergabung sebagai asisten pelatih. Sementara Jordi Cruyff, direktur anyar Ajax, masih aktif menjabat sebagai penasihat teknis PSSI.

Kombinasi ini menegaskan bahwa kehadiran Paes di Ajax bukan sekadar transfer biasa, melainkan bagian dari ekosistem sepak bola Indonesia yang mulai menembus pusat Eropa.

Pelajaran Pahit bagi Persib

Bagi Persib Bandung, kegagalan mendatangkan Maarten Paes bukan sekadar soal kalah cepat atau kalah uang. Ini adalah penanda batas—bahwa ada level karier pemain yang belum bisa disentuh Liga Indonesia, seberapa besar pun nama klubnya di dalam negeri.

Sementara bagi Maarten Paes, Ajax Amsterdam adalah pilihan yang sepenuhnya logis: dari terbiasa menghadapi Messi, kini membidik panggung Liga Champions. Sebuah lompatan yang menegaskan, jarak antara mimpi dan kenyataan dalam sepak bola sering kali ditentukan oleh satu kata: prestise.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Energi Semesta Mengalir Deras: 4 Zodiak Ini Alami Keberlimpahan dan Hoki Besar pada Rabu 28 Januari 2026
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Istana Sebut Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc Tinggal Tunggu Tanda Tangan Prabowo
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Jateng Lakukan Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Andre Rosiade: PU Bangun Fly Over Padang Luar, Macet Puluhan Tahun Akan Tuntas
• 12 jam laludetik.com
thumb
Kapolres Sleman Minta Maaf Terkait Kasus Hogi Minaya
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.