FAJAR, JAKARTA — Bursa transfer pemain keturunan Timnas Indonesia kembali memanas. Setelah Maarten Paes dikabarkan selangkah lagi bergabung dengan raksasa Eredivisie, Ajax Amsterdam, perhatian publik kini beralih ke nama-nama lain yang berpotensi merapat ke BRI Super League.
Seperti dikutip dari jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano, Maarten Paes akan pindah ke Ajax dengan status permanen dan dikontrak hingga 2029. Tes medis dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat, sementara dokumen kepindahan tengah dirampungkan oleh agen sang pemain.
Kepindahan Paes ke Ajax terbilang mengejutkan. Kiper Timnas Indonesia berusia 29 tahun itu sebelumnya sempat dirumorkan menuju Persib Bandung. Namun ia memilih bertahan di FC Dallas sebelum akhirnya kembali ke Belanda dan menapaki level tertinggi sepak bola Eropa.
Dengan transfer ini, Paes menyusul deretan pemain Timnas Indonesia yang berkiprah di liga elite Eropa, seperti Justin Hubner dan Dean James (Eredivisie), Kevin Diks (Bundesliga), Calvin Verdonk (Ligue 1), serta Jay Idzes dan Emil Audero di Serie A.
Di sisi lain, geliat bursa transfer Super League juga semakin terasa. Sejumlah pemain keturunan disebut-sebut mempertimbangkan pulang kampung. Setelah Shayne Pattynama resmi bergabung dengan Persija Jakarta dan Dion Markx merapat ke Persib Bandung, nama Ragnar Oratmangoen mulai mencuat sebagai kandidat berikutnya.
Ragnar saat ini membela FCV Dender di Belgia. Sepanjang musim ini, pemain berusia 27 tahun itu baru mencatatkan 10 penampilan dengan total 220 menit bermain dan satu gol. Minimnya menit bermain, ditambah kontrak yang tersisa sekitar enam bulan, membuka peluang besar bagi Ragnar untuk mencari pelabuhan baru—termasuk ke Indonesia.
Meski sempat dikaitkan dengan Persija Jakarta, peluang Ragnar justru dinilai lebih besar menuju Persib Bandung atau Persebaya Surabaya.
Faktor pelatih menjadi pertimbangan utama. Di Persib, ada Bojan Hodak—pelatih yang dikenal piawai mengembangkan pemain dengan karakter eksplosif dan fleksibel seperti Ragnar. Hodak memiliki reputasi kuat dalam memaksimalkan peran winger maupun second striker dalam sistem menyerangnya.
Sementara di Persebaya Surabaya, nama Bernardo Tavares menjadi daya tarik tersendiri. Pelatih asal Portugal itu dikenal memiliki pendekatan detail dalam membangun kembali kepercayaan diri dan intensitas pemain. Di bawah Tavares, Ragnar dinilai memiliki peluang besar untuk kembali menemukan performa terbaiknya, terutama dalam sistem transisi cepat yang kerap diterapkan Persebaya.
Dibanding Persija Jakarta, baik Persib maupun Persebaya juga menawarkan proyek tim yang lebih stabil dari sisi teknis. Persib adalah juara bertahan dengan struktur permainan yang sudah matang, sementara Persebaya tengah membangun ulang identitas permainan jangka panjang di bawah Tavares.
Selain Ragnar, nama Sandy Walsh juga masuk dalam radar Super League musim depan. Bek kanan berusia 30 tahun itu kini membela Buriram United dan memiliki kedekatan dengan Shayne Pattynama. Faktor adaptasi membuat peluang Sandy bermain di Indonesia tetap terbuka.
Tak hanya itu, Ivar Jenner dan Joey Pelupessy juga santer dikaitkan dengan klub Liga Indonesia. Jenner disebut diminati Persija Jakarta dan Dewa United, sementara Joey Pelupessy masuk radar utama Persib Bandung.
Bagi Ragnar Oratmangoen, keputusan pulang ke Indonesia bukan sekadar soal klub besar, tetapi tentang menemukan lingkungan yang tepat untuk menghidupkan kembali performa terbaiknya. Dalam konteks itu, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya dinilai lebih menawarkan ruang, kejelasan peran, serta sentuhan pelatih yang sesuai dengan karakter permainannya.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482703/original/032905200_1769240466-5.jpg)
