Kudus: Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah membuat 66 desa terendam banjir sejak 9 Januari 2026. Berbagai upaya dilakukan untuk penanganan banjir di antaranta pengajuan anggaran pemulihan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyebut pihaknya mulai melakukan langkah pemulihan pascabencana banjir. Salah satunya pengajuan anggaran penanganan bencana sebesar Rp394,2 miliar ke pemerintah pusat.
?Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, meninjau banjir beberapa waktu lalu. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani.
Pemkab Kudus melakukan kunnjungan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah koordinasi penanganan pascabencana hidrometeorologi.
"Kita sudah melakukan pendampingan dampak bencana dan melakukan pembenahan infrastruktur yang rusak," ungkap Sam’ani, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menyebut, total potensi kerugian akibat banjir sekitar Rp533 miliar. Pihaknya mengusulkan bantuan anggaran penanganan ke BNPB dan Kementerian PU.
“(Seperti) Jalan Agil, jalan kabupaten, namun sudah masuk prioritas program Inpres Jalan Daerah. Nantinya, akan diperbaiki oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” beber Sam’ani.
Baca Juga :
Banjir Kiriman Rendam Permukiman di Bantaran Kali Bekasi“Pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh pemerintah pusat. Untuk waktu mulai pengerjaan kami masih menunggu karena sepenuhnya menjadi kewenangan pusat.” ujar Sam’ani.
Samani menambahkan bahwa Penkab Kudus terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, dan tepat sasaran. Pemkab Kudus juga terus mengupayakan pemulihan infrastruktur agar masyarakat dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman.




