Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Kawasan Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, yang selama ini identik dengan permukiman kumuh dan ketimpangan sosial, mulai bertransformasi menjadi kawasan produktif berbasis ekonomi rakyat.
Transformasi tersebut ditandai dengan peninjauan langsung Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait terhadap progres penataan kawasan.
Peninjauan dilakukan bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wali Kota Jakarta Pusat, Direktur Utama PNM, Direktur Utama SMF, serta 10 Banker Perempuan.
Kehadiran berbagai pihak ini menegaskan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perubahan kawasan secara berkelanjutan.
Kelurahan Menteng tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat ketimpangan tertinggi di Jakarta Pusat. Sekitar 26 ribu warga tergolong kurang mampu, sementara sekitar 3 ribu warga masuk kategori sangat mampu.
Kondisi tersebut menjadi dasar pendekatan penataan kawasan yang tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, Menteng Tenggulun diarahkan menjadi sentra kuliner rakyat yang tertata, layak, dan memiliki nilai ekonomi.
Penataan kawasan dilakukan secara terpadu, mencakup renovasi rumah warga, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pembenahan akses dan fasilitas pendukung.
"Penanganan kawasan kumuh di Menteng ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Gotong royong antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, asosiasi profesi, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan perubahan nyata," ujar Maruarar Sirait kepada wartawan termasuk tvrinews.com, di Jl. Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, Rabu, 28 Januari 2026.
Seluruh program penataan kawasan Menteng Tenggulun dilaksanakan tanpa menggunakan dana APBN. Kementerian PKP berperan melalui intervensi renovasi rumah warga, sementara PNM dan SMF mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan, pendampingan, dan pelatihan usaha, khususnya bagi ibu-ibu penerima Program PNM Mekar.
Sebanyak 23 pelaku UMKM kuliner akan mendapatkan pendampingan langsung dari Banker Perempuan untuk meningkatkan kualitas produk, tata kelola usaha, serta daya saing. Pendampingan ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya sentra kuliner berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Dari sisi penataan kawasan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, trotoar, saluran air, MCK, hingga bantaran kali.
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) turut menyiapkan desain kawasan serta desain sekitar 50 rumah dan kios yang akan ditata pada tahap selanjutnya guna mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata kuliner.
Kemudian Menteri PKP menegaskan, penataan akses kawasan menjadi faktor krusial dalam menggerakkan ekonomi warga. Menurutnya, akses yang mudah akan menentukan hidup atau tidaknya aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk membuka peluang pemberdayaan bagi generasi muda setempat.
Selain itu, konsep pengelolaan sampah bernilai ekonomi juga diintegrasikan dalam penataan kawasan. Warga akan dibina untuk mengelola sampah melalui program PNM yang bekerja sama dengan Bank Sampah RW setempat.
Sebagai langkah awal transformasi, Kementerian PKP telah memulai renovasi dua unit rumah warga. Program ini akan dilanjutkan dengan renovasi puluhan rumah lainnya, penataan kawasan secara menyeluruh, serta pengembangan UMKM kuliner masyarakat.
Melalui pendekatan terpadu dan kolaboratif ini, Menteng Tenggulun diharapkan mampu bertransformasi dari kawasan kumuh menjadi sentra kuliner rakyat yang tertata, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews




