Liputan6.com, Jakarta - Kejaksaan Agung memastikan tak menyita uang tunai saat menggeledah money changer terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola ekspor crude palm oil (CPO) atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Penggeledahan hanya menemukan dokumen transaksi.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna mengatakan, penyidik menemukan dokumentasi adanya sejumlah transaksi penukaran uang yang terjadi, termasuk di tempat lain.
Advertisement
"Kita hanya menemukan dokumen-dokumen bahwa beberapa ada memang transaksi-transaksi yang dilakukan di tempat-tempat lain. Kalau terkait yang ada, dokumentasi-dokumentasi lebih utamanya, itu yang sudah terjadi ya," kata Anang kepada wartawan, Rabu (28/1/2026).
Namun, Anang belum membula rincian pihak dan nilai transaksi karena masih tahap penyidikan.
Anang menegaskan, dokumen tersebut dikumpulkan untuk kepentingan pembuktian hingga proses penuntutan. Indikasi jumlah uang yang ditukarkan juga belum dirinci.
"Nanti tentunya ini keterkaitan dengan dalam rangka mencari barang bukti yang akan menjadi alat bukti untuk proses penyidikan dan ke depannya dalam rangka penuntutan," ucap dia.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5487693/original/050019800_1769673478-gubernur_aceh_dan_seskab.jpg)

