Penulis: Sumardana Manik
TVRINews, Denpasar
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali berharap ajang Piala Dunia menjadi momentum untuk menghidupkan kembali minat masyarakat menyaksikan siaran televisi, khususnya televisi nasional, yang belakangan mulai ditinggalkan seiring pesatnya platform digital.
Ketua KPID Bali, Agus Astapa, mengatakan Piala Dunia merupakan tontonan olahraga dengan daya tarik tinggi, yang mampu menjangkau berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial.
Penayangan pertandingan melalui televisi dinilai berpotensi mengembalikan kebiasaan menonton bersama keluarga di rumah.
“Piala Dunia adalah tontonan yang menyatukan banyak kalangan. Ini menjadi kesempatan bagi TVRI untuk kembali hadir di tengah masyarakat dengan siaran yang berkualitas, edukatif, dan menghibur,” ujar Agus Astapa pada Rabu, 28 Januari 2026
Menurut Agus, ajang sepak bola terbesar dunia bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga momentum strategis bagi lembaga penyiaran untuk meningkatkan kualitas konten.
Ia mengatakan jika TVRI, sebagai lembaga penyiaran publik, memiliki peran penting dalam menghadirkan tayangan Piala Dunia yang dilengkapi program pendukung, seperti analisis pertandingan, edukasi olahraga, serta penanaman nilai sportivitas.
Di tengah arus digitalisasi media dan maraknya platform streaming, televisi tetap memiliki keunggulan sebagai media yang luas, inklusif, dan gratis.
KPID Bali mendorong lembaga penyiaran memanfaatkan momentum Piala Dunia dengan menghadirkan konten relevan, berkualitas, dan sesuai kebutuhan publik.
Selain itu, KPID Bali mengingatkan agar seluruh lembaga penyiaran tetap mematuhi pedoman dan standar penyiaran, menjaga kualitas siaran, etika, serta mengutamakan kepentingan publik.
Dengan dukungan siaran yang menarik dan berkualitas, KPID Bali optimistis Piala Dunia bisa menjadi pintu bagi televisi untuk kembali mendapat tempat di hati masyarakat, terutama generasi muda.
Editor: Redaktur TVRINews




