13 Dampak Terlalu Sering Rebahan untuk Tubuh

mediaindonesia.com
19 jam lalu
Cover Berita

REBAHAN adalah posisi berbaring atau bersandar di tempat tidur, sofa, atau permukaan lain, biasanya untuk istirahat, tidur, santai, atau melepas lelah.

Rebahan termasuk aktivitas pasif karena tubuh tidak banyak bergerak. Meskipun terasa nyaman dan melepas lelah, terlalu sering atau terlalu lama rebahan bisa berdampak negatif bagi kesehatan.

Berikut 13 Dampak Terlalu Sering Rebahan untuk Tubuh 1. Berat Badan Naik

Terlalu banyak rebahan maka kalori terbakar lebih sedikit, berisiko naiknya berat badan.

Baca juga : 11 Bahaya Terlalu Sering Rebahan

2. Otot Melemah

Kurangnya aktivitas membuat otot kaki, perut, dan punggung melemah karena jarang digunakan.

3. Gangguan Postur Tubuh

Rebahan lama tanpa peregangan maka postur tubuh menjadi bungkuk dan punggung sakit.

4. Masalah Pencernaan

Terlalu lama tidur atau rebahan membuat lambung dan usus kurang bergerak, risiko sembelit meningkat.

Baca juga : 13 Dampak Negatif Sering Rebahan

5. Kesehatan Jantung Terganggu

Kurangnya aktivitas fisik membuat peredaran darah lambat, risiko penyakit jantung meningkat.

6. Risiko Diabetes

Tubuh kurang bergerak maka glukosa darah tidak terkontrol, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

7. Tulang dan Sendi Melemah

Otot melemah maka sendi dan tulang kehilangan kekuatan karena jarang digunakan.

8. Kesehatan Mental Menurun

Kurangnya aktivitas fisik membuat produksi hormon bahagia menurun, risiko stres, cemas, atau depresi meningkat.

9. Kulit Kurang Sehat

Terlalu lama berbaring bisa membuat sirkulasi darah terganggu, kulit bisa menjadi pucat atau kusam.

10. Tidur Tidak Nyenyak

Rebahan terlalu lama siang hari maka ritme tidur malam terganggu, kualitas tidur menurun.

11. Metabolisme Lambat

Kurang bergerak menjadi metabolisme tubuh menurun, lebih sulit membakar kalori.

12. Nyeri Leher dan Punggung

Banyak rebahan dengan posisi tidak benar membuat leher, punggung, dan pinggang terasa sakit.

13. Risiko Pembekuan Darah

Rebahan lama maka aliran darah melambat, risiko trombosis meningkat.

Untuk mengurangi dampaknya, bangun dan bergerak tiap 1 sampai 2 jam, lakukan stretching atau olahraga ringan, pastikan postur tidur benar, serta hindari rebahan lama setelah makan. (Z-4)

Sumber: alodokter, klinikkeluarga


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi VIII DPR Desak Tuntaskan Gaji Guru Madrasah: Bisa Demo di Mana-mana
• 1 jam laludetik.com
thumb
Jalak Bali: Burung Eksotis yang Nyaris Hilang dari Habitat Asli
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kartu Merah Bayangi Timnas Meksiko Era Javier Aguirre
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Kemen PPPA Apresiasi Peningkatan Jumlah Petugas Haji Perempuan
• 13 jam laluidntimes.com
thumb
Banjir Langganan Terjadi di Depok, Warga Minta Solusi Permanen
• 2 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.