PUI: Penguatan Polri Lebih Mendesak ketimbang Perubahan Struktur

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Umat Islam (DPP PUI), Raizal Arifin, menanggapi wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian.

Ia menilai, fokus utama negara seharusnya diarahkan pada penguatan institusi Polri, bukan perubahan struktur kelembagaan.

BACA JUGA: PWNU Riau Dukung Penuh 8 Poin Percepatan Reformasi Polri

“PUI memandang bahwa posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden merupakan bagian dari konsensus reformasi untuk menjaga profesionalisme dan netralitas kepolisian,” kata Raizal Arifin kepada wartawan.

Raizal menekankan bahwa dalam urusan keamanan dan ketertiban, kejelasan garis komando menjadi faktor krusial.

BACA JUGA: PB SEMMI Tegaskan Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden

Menurutnya, struktur Polri yang saat ini berada langsung di bawah Presiden masih relevan dan efektif untuk menjaga stabilitas nasional.

“Dalam konteks keamanan, kejelasan komando sangat menentukan. Struktur yang ada sekarang menurut kami masih yang paling tepat untuk memastikan koordinasi dan respons negara berjalan cepat,” ujarnya.

BACA JUGA: PP Persis Sampaikan Hasil Kajian Perihal Polri Tetap di Bawah Presiden

Selain itu, Raizal juga menyoroti pentingnya menjaga independensi penegakan hukum. Ia menilai, penempatan Polri di luar kementerian membantu memastikan aparat kepolisian dapat bekerja secara objektif dan tidak terpengaruh kepentingan sektoral maupun dinamika politik jangka pendek.

“Yang perlu dijaga adalah independensi penegakan hukum, agar Polri bisa menjalankan tugasnya secara adil dan profesional,” lanjut Raizal.

Lebih jauh, Raizal menegaskan bahwa PUI mendorong penguatan Polri secara substantif, terutama dalam aspek profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menilai, langkah tersebut lebih mendesak dibandingkan perubahan struktural yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian kelembagaan.

“Bagi PUI, penguatan institusi jauh lebih penting daripada perubahan struktur. Setiap kebijakan negara seharusnya berangkat dari semangat islah dan kemaslahatan bersama,” tutupnya. (dil/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Soal Penjual Es Gabus Dituduh Gunakan Spons, Kodim Jakpus Sebut Telah Diselesaikan Kekeluargaan
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Prima Master Bank, LPS Siap Jalankan Penjaminan dan Likuidasi
• 16 jam laluerabaru.net
thumb
Analis Nilai Koreksi IHSG Dipicu Sorotan MSCI soal Struktur Pasar
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tak Menyangka Lula Lahfah Pergi Begitu Cepat, sang Adik Ungkap Janjinya yang Belum Dipenuhi kepada Kakak Tercinta
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Lantik Dewan Energi Nasional di Istana Hari Ini
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.